Penghulu Maros Baru Edukasi Keluarga tentang Rashdul Kiblat Jelang Istiwa’ A’zam
News

Penghulu Maros Baru Edukasi Keluarga tentang Rashdul Kiblat Jelang Istiwa’ A’zam

  14 Jul 2026 |   49 |   Penulis : Humas Cabang APRI Sulawesi Selatan |   Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan

Maros — Upaya meningkatkan ketepatan arah kiblat terus digalakkan oleh jajaran Kementerian Agama di Kabupaten Maros. Salah satunya dilakukan oleh seorang penghulu, Syamsir N, yang memberikan petunjuk langsung terkait Rashdul Kiblat kepada keluarga Abdul Rahman D/St Aminah di Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Maros Baru, pada Senin (13/07/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari imbauan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik, yang disampaikan melalui berbagai grup percakapan. Dalam imbauan tersebut, masyarakat diajak untuk memanfaatkan momen Istiwa’ A’zam yang akan terjadi pada tanggal 15–16 Juli mendatang sebagai waktu paling akurat untuk meluruskan arah kiblat.


Rashdul Kiblat sendiri merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah langsung ke kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Momen ini terjadi dua kali dalam setahun dan menjadi kesempatan penting bagi umat Islam untuk memastikan arah ibadah mereka sudah benar.

Dalam kegiatan tersebut, Syamsir N menjelaskan secara praktis cara menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan bayangan matahari. Ia juga mengajak keluarga untuk mempersiapkan alat sederhana seperti tongkat atau benda lurus guna mengamati arah bayangan saat waktu Rashdul Kiblat berlangsung.

Kepala KUA Maros Baru, Mhammad Yahya T, turut memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, meskipun kegiatan ini dilakukan dalam lingkup keluarga, namun memiliki dampak besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketepatan arah kiblat.

“Edukasi seperti ini sangat penting, karena ibadah yang tepat dimulai dari arah yang benar. Kami sangat mengapresiasi langkah penghulu yang aktif turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Program sosialisasi Rashdul Kiblat ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya dalam hal ibadah salat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung penentuan arah kiblat secara mandiri di rumah, masjid, maupun musala. Momentum Istiwa’ A’zam pun diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesempurnaan ibadah umat Islam.

Reporter Syamsir N
Editor: @limin

Bagikan Artikel Ini

Infografis