Penghulu Harus Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Masalah Sosial
News

Penghulu Harus Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Masalah Sosial

  23 Oct 2025 |   76 |   Penulis : Biro Humas APRI Kalimantan Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur

Samarinda, 22 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan peran penghulu sebagai garda depan dalam pembinaan dan pengawasan keluarga umat Islam, Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Early Warning System (EWS) bagi seluruh penghulu se-Kalimantan Timur.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025 di Hotel Amaris Samarinda, dengan metode tatap muka dan daring (Zoom Meeting), sehingga diikuti secara serentak oleh para penghulu dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Acara ini  dipandu langsung oleh Ketua Tim Kepenghuluan Dan Keluarga Sakinah  Bapak H Elhamsyah,S.Ag dan Sebagai Narasumber Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kaltim, Bapak H. Rudi Kartono, S.HI, M.Sos, yang dalam arahannya beliau menekankan pentingnya peran penghulu dalam menerapkan sistem EWS sebagai alat deteksi dini terhadap potensi konflik keluarga dan sosial di masyarakat.

“Penghulu bukan hanya pencatat akad nikah, tetapi juga penjaga moral masyarakat. Melalui Early Warning System ini, diharapkan para penghulu dapat lebih cepat tanggap terhadap gejala-gejala sosial yang berpotensi menimbulkan permasalahan,” ujar H. Rudi Kartono dalam sambutannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa EWS merupakan inovasi layanan untuk membantu aparatur di lapangan, seperti penghulu, agar mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan gejala sosial atau konflik secara dini, sehingga dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak luas.

“Harapan kami, para penghulu di seluruh Kalimantan Timur dapat memanfaatkan sistem ini dengan penuh tanggung jawab. Jadikan EWS sebagai bagian dari tugas moral kita untuk melindungi masyarakat, memperkuat keluarga, dan menjaga harmoni umat,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para penghulu yang hadir secara langsung maupun daring. Mereka diberikan pemahaman teknis penggunaan sistem serta simulasi pelaporan dini berbasis digital.


Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depan para penghulu se-Kalimantan Timur dapat menjadi agen perubahan sosial yang aktif dan responsif terhadap dinamika masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga sakinah dan pencegahan konflik sosial.

Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi dari Kabid Bimas Islam agar seluruh penghulu senantiasa meningkatkan kapasitas, kepekaan sosial, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas negara di bidang bimbingan masyarakat Islam.

“Mari jadikan penghulu bukan hanya petugas administrasi, tetapi sosok pembina umat yang hadir membawa solusi dan keteduhan di tengah masyarakat,” pungkas H. Rudi Kartono, S.HI, M.Sos

Bagikan Artikel Ini

Infografis