Kepala KUA Benakat menyampaikan Tausiyah Bagi Karyawan PT.BA
10 Mar 2026 | 15 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Selatan
PW. APRI Sumsel (Muara Enim), – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim menyampaikan Tausiyah Ramadhan Ba’dah Zuhur yang diadakan Persero Terbatas Bukit Asam (PT.BA), persero.tbk. Selasa, 10/03/2026 kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung Utama Bukit Asam (GU.BA) yang dihadiri langsung General Manager (GM) CSR. PT.BA persero. Tbk. H. Mutafa Kamal dan sekitar 150 an karyawan/karyawati PT. BA GU.BA.
Kegiatan tausiyah ba’dah zuhur diawali dengan
shalat zuhur secara berjamaah yang diimami H. Midi, tausiyah ramadahan, tanya
jawab dan doa.
H. Midi Kepala KUA Benakat saat menyampaikan tausiyah dengan tema Relasi Ihklas dan Puasa dengan menyampaikan sebuah hadits qudsi.
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
“Belajar ikhlas dalam berpuasa Merupakan inti ibadah Ramadan, yaitu menahan lapar, haus, dan hawa nafsu semata-mata mengharap ridha Allah. Ikhlas berarti memurnikan niat, terhindar dari perilaku riya (pamer), dan menyembunyikan amalan baik. Puasa menjadi sarana terbaik melatih keikhlasan karena puasa merupakan ibadah batin yang hanya diketahui oleh Allah dan diri sendiri. Dengan ikhlas, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi menjadi momentum meningkatkan kualitas Iman, memperbaiki niat dan membersihkan hati dari sifat2 tercelah yang dapat menjauhkan diri dari keridhaan Allah SWT, Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar kita dapat dengan ikhlas saat berpuasa: jadikan Ikhlas sebagai pondasi ibadah, menghindari Riya dalam beribadah, melatih kesabaran dalam puasa, menyembunyikan Amal selama Ramadhan dan fokus pada Akhirat”. Demikian potongan tausiyah H. Midi
Pada saat tanya-jawab salah seorang karyawan PT. BA Mulyadi menanyakan “Bagaimana cara menjadikan ihlas seebagai pondasi dalam beribadah ?”. Tanya Mulyadi
Menanggapi pertanyaan tersebut Kepala KUA mengutip Quran Surat Al-Baiyyina ayat 5 :
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."
“Makna utamanya adalah perintah untuk beribadah dan berdoa hanya kepada Allah SWT secara ikhlas, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, Beribadah hanya untuk Allah tanpa kesyirikan.” Tegas H. Midi
Sementara
itu H. Mustafa Kamal GM CSR. PT.BA persero. Tbk kepada Humas PW. APRI Sumsel mengatakan “kegiatan
tausiyah Ramadhan ini merupakan khusus bagi karyawan PT.BA yang merupakan langkah
strategis yang dilakukan oleh managemen PT. BA dalam Pendidikan mental karyawan/karyawatinya,
dan kegiatan ini diwajibkan sebagai bentuk tanggungjawab pembinaan, kegiatan
ini kita lakukan selama bulan Ramadhan dengan penceramah-penceramah dari luar karyawan
PT. BA. Sementara itu adalah kegiatan lain yang diperuntukkan bagi masyarakat
ring 1 PT. BA seperti safari Ramadhan, safari jumat, pengajian rutin, kajian keagamaan,
berbagi sembako dan bantuan lainnya bagi kaum dhuafa”. Ungkap Mustafa (Md)