Daerah
Pasca Rashdul Kiblat Pertama, Kakan Kemenag Batu Bara Koordinasi ke KUA Lima Puluh
16 Jul 2026 | 52 | Penulis : Humas Cabang APRI Batubara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Lima Puluh (Humas) — Usai pelaksanaan Program Indonesia Berkiblat melalui momentum Rashdul Kiblat pertama tahun 2026, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, Agus Priadi, S.Ag., M.Si, melaksanakan koordinasi dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lima Puluh, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penghulu, Penyuluh Agama Islam, serta seluruh staf KUA Kecamatan Lima Puluh. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mengevaluasi pelaksanaan program yang telah dilaksanakan.
Dalam arahannya, Agus Priadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KUA Kecamatan Lima Puluh atas dedikasi dan kerja sama dalam menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat pertama. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Dan Mudah-mudahan Target Batu Bara dalam Prorgam Indonesia Berkiblat Tahun 2026 ini yang menargetkan 2.200 titik tercapai, apalagi hari ini masih akan dilaksanakan Kalibrasi Arah Kiblat hari Kedua dan Kec. Lima Puluh akan memusatkan Pengukuran di Mesjid Zaujain Desa Mankei Baru Kec. Lima Puluh.
"Kegiatan Rashdul Kiblat bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran KUA yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Kakankemenag juga mengingatkan agar semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan Program Indonesia Berkiblat terus dipelihara dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan. Ia menekankan bahwa KUA merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga dituntut memberikan pelayanan yang profesional, ramah, cepat, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Agus Priadi mengajak seluruh Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan staf KUA untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat koordinasi, serta membangun inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan harus berorientasi pada kemaslahatan umat serta mendukung terwujudnya Kementerian Agama yang berdampak.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi dan evaluasi terhadap pelaksanaan Rashdul Kiblat pertama, termasuk berbagai masukan dari lapangan sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan kegiatan serupa pada hari ini dan masa mendatang. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas layanan kalibrasi arah kiblat dan edukasi kepada masyarakat.
Menutup arahannya, Kakankemenag Kabupaten Batu Bara mengajak seluruh aparatur KUA Kecamatan Lima Puluh untuk terus menjaga integritas, disiplin, dan kekompakan dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Ia berharap KUA Kecamatan Lima Puluh dapat terus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas, profesional, dan humanis.
Koordinasi dan pembinaan tersebut diakhiri dengan sesi dialog bersama seluruh peserta, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Batu Bara serta mendukung keberhasilan berbagai program prioritas Kementerian Agama (ss)