Muharram: Momentum Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT
Khutbah

Muharram: Momentum Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT

  26 Jun 2026 |   32 |   Penulis : Humas Cabang APRI Nias |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Muharram: Momentum Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan dalam banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tercermin dalam sikap hidup yang selalu berusaha menaati perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan, sekaligus ukuran kemuliaan seorang hamba di sisi Allah.

Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102).

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Saat ini kita berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah dan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan." (QS. At-Taubah: 36).

Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah. Bulan ini adalah panggilan bagi setiap Muslim untuk memulai lembaran baru dengan memperkuat ketakwaan. Pergantian tahun hendaknya tidak hanya mengubah angka dalam kalender, tetapi juga mengubah kualitas iman dan amal kita.

Ketakwaan sejatinya adalah kesadaran bahwa Allah selalu melihat setiap perkataan, perbuatan, bahkan niat yang tersimpan di dalam hati. Ketika seseorang memiliki ketakwaan, ia akan jujur meskipun tidak diawasi, amanah meskipun tidak dipuji, dan tetap istiqamah meskipun tidak ada yang memberikan penghargaan. Inilah hakikat takwa yang menjadi tujuan utama setiap ibadah.

Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْ

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada." (HR. Tirmidzi).

Hadis ini mengajarkan bahwa takwa tidak mengenal batas tempat dan waktu. Ketika berada di masjid, kita bertakwa. Ketika berada di kantor, di pasar, di rumah, bahkan ketika sendirian, kita tetap dituntut untuk menjaga ketakwaan. Sebab orang yang bertakwa tidak hanya takut kepada penilaian manusia, tetapi lebih takut kepada pengawasan Allah SWT.

Jamaah Rahimakumullah,

Bulan Muharram juga mengajarkan semangat hijrah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, tetapi juga perpindahan dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Hijrah dari salat yang sering ditunda menjadi salat di awal waktu. Hijrah dari lisan yang menyakiti menjadi lisan yang menenangkan. Hijrah dari sifat malas menjadi pribadi yang rajin beribadah dan bekerja.

Rasulullah SAW bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari).

Karena itu, Muharram adalah waktu yang tepat untuk bermuhasabah. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu? Apakah salat kita semakin khusyuk? Apakah Al-Qur'an semakin sering kita baca? Apakah hubungan kita dengan orang tua, pasangan, anak-anak, tetangga, dan sesama semakin baik? Ataukah kita masih berada pada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai ketakwaan?

Jamaah yang berbahagia,

Takwa tidak hanya diukur dari hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dari kepedulian kita terhadap sesama. Orang yang bertakwa akan ringan membantu orang yang membutuhkan, menjaga silaturahmi, menepati janji, berlaku adil, dan menjaga lisannya dari fitnah serta ghibah. Takwa juga tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan, menjaga amanah pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Muharram hendaknya menjadi titik awal untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang penuh peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain memperbanyak puasa sunnah, kita juga dianjurkan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, dan melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.

Akhirnya, marilah kita jadikan Muharram sebagai momentum memperbaharui komitmen ketakwaan. Jangan biarkan tahun berganti tanpa ada perubahan dalam diri kita. Semoga tahun ini kita menjadi hamba yang lebih taat, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa, menerima seluruh amal ibadah kita, serta memberikan keberkahan di bulan Muharram dan sepanjang kehidupan kita. Aamiin ya Rabbal 'alamin. (MHS/SRM)

 

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis