Muhammad Idris Sampaikan Tausiah Ramadan
Daerah

Muhammad Idris Sampaikan Tausiah Ramadan " Akhlak Bertetangga" di Masjid Al-Istiqomah Belakang Bateray C Pekanbaru.

  18 Mar 2026 |   12 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Pekanbaru (Humas), Pada malam ke-28 Ramadhan 1447 H, di Masjid Al-Istiqomah Jl. Anggrek Belakang Bateray C Kecamatan Binawidya, Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I  sampaikan Santapan Rohani Ramadan dengan Judul “ Akhlak Bertetangga.” Rabu (18/03/2026).

Mengawali tausiahnya Muhammad Idris, menyebutkan ada 3 kata dalam al-Qur’an yang bermakna manusia yaitu annas, insan dan albashar. Annas artinya manusia sebagai makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri, kita butuh bantuan orang lain, seraya mencontohkan untuk mendapatkan sebutir nasi saja, secara tak langsung ribuan orang terlibat didalamnya..

Dalam masyarakat orang acapkali kita butuhkan pertolongan atau bantuannya adalah tetangga. Yaitu orang yang berada disekitar tempat tinggal kita, 40 rumah kedepan, belakang, samping kiri dan kanan rumah kita. Ibarat satu RT (Rukun Tetangga).

Dalam Islam, kita harus memuliakan tetangga. Kenapa ? karena itu bagian dari  imanan. Dalam hadits dikatakan “ Mankaana yukminubillahi walyaumil akhiri fal yukrim jaarohu”. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tetangganya. Terang ustadz yang keseharian berkerja di  KUA  Kecamatan Payung Sekaki.

Diantara hak-hak bertetangga itu : Jika dia meminta bantuan,engkau harus menolongnya. Jika dia meminta pinjaman, engkau meminjaminya. Jika dia fakir , engkau memberinya. Jika dia sakit, engkau menjenguknya. Jika dia meninggal, engkau mengantar jenazahnya. Jika dia mendapat kebaikan, engkau menyampaikan selamat untuknya.Jika dia ditimpa kesulitan, engkau menghiburnya. Jangan engkau meninggikan bangunanmu diatas bangunannya kecuali minta izin kepadanya. Jika engkau membeli buah, hadiahkanlah sebagian untuknya. Jika tidak melakukannya simpanlah buah itu secara sembunyi-sembunyi. Jangan anakmu membawa buah itu agar anaknya menjadi marah. Janganlah engkau menyakitinya dengan suara wajanmu, kecuali engkau menciduk sebagian isi wajan itu untuknya.Ungkap ustadz

Mengakhiri tausiahnya ustadz memberikan dua pertanyaan kepada anak-anak yang mencapat tausiahnya. Selesai tausiah dilanjutkan dengan shalat tarawih berjama'ah yang diimami oleh ustadz M. Nur. (idris)

Bagikan Artikel Ini

Infografis