Daerah
MQK Internasional 2025 Siap Menggebrak Dunia: Indonesia Tampilkan Wajah Pesantren ke Panggung Global
02 Jul 2025 | 379 | Penulis : PC APRI Lampung Timur | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
Jakarta (Humas) — Kementerian Agama Republik Indonesia terus mengintensifkan persiapan pelaksanaan Kick Off perdana Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025. Agenda ini akan menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan MQK Internasional pertama yang akan digelar di Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025 mendatang.
Sejumlah tokoh penting direncanakan hadir dalam kegiatan pembukaan ini, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, para duta besar negara sahabat, serta tokoh nasional dan para pengasuh pesantren dari dalam maupun luar negeri. Dalam momen ini, logo dan maskot resmi MQK Internasional 2025 juga akan diperkenalkan, sekaligus menjadi titik awal peluncuran berbagai agenda pendukung menuju puncak acara.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Suyitno, menyebut bahwa pelaksanaan MQK tahun ini merupakan langkah monumental. Menurutnya, MQK yang sebelumnya berskala nasional kini naik kelas menjadi ajang internasional, mencerminkan semakin terbukanya pesantren Indonesia pada kolaborasi global.
> “Untuk pertama kalinya, MQK digelar di level internasional dan dipusatkan di kawasan timur Indonesia. Tahun ini juga mengadopsi sistem digital secara menyeluruh, dengan semangat local to global, membawa nilai-nilai pesantren ke panggung dunia tanpa mengorbankan kearifan lokal,” ungkap Suyitno dalam rapat koordinasi, Selasa (1/7/2025).
Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari seleksi hingga pelaporan akan dilakukan secara digital demi efisiensi dan pemerataan partisipasi. MQK 2025 akan menghadirkan delegasi dari 10 negara Asia Tenggara yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah.
Keikutsertaan negara-negara tersebut diharapkan mampu memperkokoh posisi pesantren sebagai garda depan diplomasi kebudayaan Islam dan pusat keilmuan klasik yang mampu bersaing secara global.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menyampaikan bahwa digitalisasi pelaksanaan MQK 2025 akan membuka akses lebih luas bagi ribuan pesantren di seluruh Indonesia.
“Dengan platform digital dan sistem seleksi berbasis CBT (Computer Based Test), lebih dari 8.000 pesantren telah terlibat aktif. Ini membuktikan bahwa pesantren mampu bertransformasi tanpa meninggalkan akar tradisinya,” jelas Arskal.
Sementara itu, Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa dalam Kick Off nanti juga akan diputar dokumenter khusus bertajuk “Bakti Santri untuk Negeri”, yang menyoroti kontribusi nyata para santri dalam pembangunan bangsa.
“Ini bukan sekadar pembukaan seremonial. Kick Off MQK menjadi panggung penting untuk menunjukkan kapasitas intelektual pesantren dan pengaruhnya dalam berbagai sektor kehidupan,” tegas Basnang.
Lebih jauh, kegiatan ini akan melibatkan 10 Duta Besar RI untuk negara-negara Asia Tenggara secara daring, serta partisipasi dari seluruh Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, asosiasi pesantren, dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai penjuru nusantara.
Dengan penguatan sistem digital, jangkauan global, dan semangat pelestarian tradisi, MQK Internasional 2025 diharapkan menjadi kebangkitan baru dunia pesantren di era modern, sekaligus kontribusi strategis Indonesia dalam mengarusutamakan Islam wasathiyah ke panggung dunia.
Editor: Humasapri
Copyright: Datin Kanwil