Opini
Memilih Hewan Qurban Terbaik untuk Sang Pencipta": Marton Abdurrahman Gaungkan Spirit Ikhlas Lewat Tausyiah di RRI Gorontalo
22 May 2026 | 89 | Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
KOTA TENGAH – Menjelang azan Maghrib berkumandang pada Jumat (22/5/2026), udara di Studio Siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo terasa lebih sejuk dan khusyuk. Bukan karena pendingin ruangan, melainkan karena siraman rohani yang disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.HI.
Dalam program tausyiah spesial edisi jelang Idul Adha tersebut, Marton membawakan risalah bertajuk "Memilih Hewan Qurban Terbaik untuk Sang Pencipta". Kehadirannya di gelombang udara RRI menjadi momen refleksi bagi pendengar di seluruh Provinsi Gorontalo untuk memahami esensi sejati dari ibadah qurban.
Bukan Sekadar Fisik, Tapi Kualitas Hati
Marton membuka tausyiahnya dengan mengingatkan bahwa dalam Islam, kriteria hewan qurban yang "terbaik" tidak hanya dilihat dari kegemukan atau besarnya tanduk semata. Namun, ada dimensi spiritual yang jauh lebih utama: ketakwaan dan keikhlasan.
"Seringkali kita sibuk mencari sapi atau kambing yang paling besar, hingga lupa memeriksa 'kualitas' hati kita saat menyerahkannya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37: 'Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.' Jadi, hewan qurban terbaik adalah yang disembelih dengan tangan yang bersih, hati yang tulus, dan harta yang halal," ujar Marton dengan nada tenang namun mengena.
Ia menekankan bahwa memilih hewan qurban terbaik adalah bentuk penghormatan tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ini adalah momen di mana seseorang rela melepaskan harta bendanya yang ia cintai, demi mendekatkan diri kepada Allah.
Qurban sebagai Simbol Kepedulian Sosial
Selain aspek spiritual, Marton juga menyoroti aspek sosial dari ibadah qurban. Ia mengajak masyarakat Gorontalo untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama.
"Hewan qurban terbaik adalah yang dagingnya sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Jangan biarkan qurban kita hanya menjadi pesta makan-makan bagi yang mampu, tapi pastikan ia menjadi jembatan kasih sayang bagi fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang terlantar. Itulah wujud cinta kita kepada Allah melalui cinta kepada makhluk-Nya," tambahnya.
Pesan Penutup: Siapkan Hati, Siapkan Qurban
Menutup tausyiahnya, H. Marton Abdurrahman mengajak seluruh umat Islam di Gorontalo untuk mempersiapkan diri menyambut Idul Adha 1447 H bukan hanya dengan menyiapkan dana, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir, riya, dan sombong.
"Mari kita jadikan qurban tahun ini sebagai titik balik kebaikan. Pilihlah hewan terbaik sesuai kemampuan, namun pastikan itu adalah persembahan terbaik dari jiwa kita untuk Sang Pencipta. Selamat menyambut Idul Adha, semoga qurban kita diterima dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak," pungkas Marton.
Dengan tausyiah ini, RRI Gorontalo kembali membuktikan perannya sebagai media dakwah yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin,
Tags:
Merawat Rumah Ibadah, Menjaga Harmoni Umat”
22 May 2026