Melalui The MOST KUA, KUA Sabbang Ajak Remaja Siapkan Masa Depan yang Lebih Baik
15 Mar 2026 | 10 | Penulis : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan
Luwu Utara — Dalam upaya memperkuat pembinaan masyarakat dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya persiapan kehidupan keluarga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sabbang menggelar kegiatan The MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat) di Pondok Pesantren As’adiyah Pengkendekan, Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “The MOST KUA: Gerakan Pembinaan Menuju Keluarga Sakinah Maslahat.”
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Sabbang bersama para Penyuluh Agama Islam dan Penghulu. Turut hadir pula pihak Pondok Pesantren As’adiyah Pengkendekan, di antaranya Kepala Madrasah, para guru, serta para siswa yang menjadi peserta kegiatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan keluarga dan masa depan mereka.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan dua materi utama, yaitu “Pengendalian Diri” yang dibawakan oleh Muh. Ilyas Nur, S.Pd, serta materi “Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini” yang disampaikan oleh Muh. Mirdan, S.Pd.I., M.Pd.I. Kedua materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga perilaku, mengelola emosi, serta mempersiapkan masa depan secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respon positif dari para peserta. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan serta aktif dalam sesi penyampaian materi dan diskusi. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari serta kesadaran akan dampak pernikahan pada usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para remaja tentang pentingnya kesiapan mental, fisik, dan ekonomi sebelum membangun kehidupan rumah tangga.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, di antaranya keterbatasan waktu sehingga penyampaian materi dan sesi diskusi belum dapat dilakukan secara lebih mendalam. Selain itu, jumlah peserta yang cukup banyak membuat proses interaksi dan tanya jawab belum dapat menjangkau seluruh peserta secara maksimal. Namun demikian, kendala tersebut tidak mengurangi esensi dan tujuan utama dari kegiatan yang dilaksanakan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, terutama dukungan dari pihak Pondok Pesantren As’adiyah Pengkendekan yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan kepada KUA Sabbang untuk melaksanakan kegiatan pembinaan kepada para siswa. Antusiasme dan partisipasi aktif para siswa juga menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, sinergi dan kerja sama yang baik antara pihak KUA, penyuluh agama Islam, penghulu, serta pihak madrasah turut berperan dalam terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan pembinaan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pendalaman materi melalui kegiatan lanjutan seperti diskusi kelompok, pembinaan remaja, atau program bimbingan pranikah bagi remaja usia sekolah juga dinilai penting untuk dilakukan. Dengan demikian, para remaja diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengendalian diri, kesiapan menikah, serta mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas dalam membangun keluarga sakinah di masa depan.
Melalui kegiatan ini, KUA Sabbang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan keluarga yang sakinah, harmonis, dan penuh keberkahan.