Melalui Majelis Taklim, KUA Gunungsitoli Utara Dorong Peningkatan Iman dan Amal Jamaah
Daerah

Melalui Majelis Taklim, KUA Gunungsitoli Utara Dorong Peningkatan Iman dan Amal Jamaah

  07 Aug 2026 |   19 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Gunungsitoli Utara, (Humas). Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara, Novita Sari, S.Sos., menghadiri sekaligus mengisi kajian keagamaan dalam kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Nurul Jannah bersama Majelis Ta’lim Al-Mukhlisin di Desa Olora, Jumat (07/08/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk takziah atas wafatnya ibunda dari I. Insyirah, serta menjadi momentum penguatan nilai-nilai keimanan bagi para jamaah yang hadir. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif KUA dalam memberikan pembinaan dan pendampingan spiritual kepada masyarakat, terutama dalam situasi duka.

Pengajian yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana haru. Kehadiran para jamaah dari kedua majelis taklim menunjukkan kepedulian sosial dan solidaritas umat dalam menghadapi musibah. Selain sebagai bentuk empati kepada keluarga yang berduka, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Desa Olora. Antusiasme jamaah terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Dalam tausiahnya, Novita Sari, S.Sos., mengajak seluruh jamaah untuk memaknai musibah sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT yang mengandung hikmah. Ia menekankan bahwa setiap ujian kehidupan, termasuk kehilangan orang yang dicintai, merupakan pengingat bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan penuh kelembutan, ia mengingatkan pentingnya kesabaran, keikhlasan serta keyakinan bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah.

Lebih lanjut, ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa bagi almarhumah, memohonkan ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, ia menegaskan bahwa mendoakan orang yang telah wafat merupakan bentuk bakti dan kasih sayang yang tidak terputus. Momentum takziah ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana refleksi diri untuk memperbaiki amal dan meningkatkan kualitas keimanan. Ia juga mengingatkan agar setiap individu senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal saleh.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh jamaah. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian dan keimanan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara melalui para penyuluh agama akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai pembimbing dan penguat spiritual, terutama dalam situasi-situasi penting seperti musibah dan duka cita. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari penguatan kehidupan beragama di tengah masyarakat. (DIH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis