Daerah
Maulid Nabi : Penghulu KUA Kabanjahe Ajak Perkuat Literasi Digital dan Hindari Ujaran Kebencian
21 Sep 2025 | 115 | Penulis : Humas Cabang APRI Karo | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kabanjahe, (Humas). Penghulu KUA Kecamatan Kabanjahe Ahmad Yani, sampaikan ceramah dalam memperingati maulid Nabi Muhammad saw. Kegiatan ini digelar di Masjid Al-Muhajirin Desa Bunuraya pada Ahad (21/09). Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, penyuluh, serta para generasi muda.
Dalam ceramahnya Ahmad menyampaikan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengingatkan kita atas satu perintah kepada Rasulullah SAW yaitu "Bacalah". Adapun istilah yang saat ini populer disebut Literasi Digital. Kegiatan ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi, Bijak dalam Berliterasi dan Hindari Ujaran Kebencian.”
Lebih lanjut Ahmad menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan akhlak mulia di era digital.
“Rasulullah adalah teladan dalam menjaga lisan. Di era digital saat ini, menjaga jempol sama pentingnya dengan menjaga ucapan. Hindari ujaran kebencian, karena ia merusak persaudaraan,” ujarnya.
Ahmad menambahkan iterasi digital menjelaskan bahwa ujaran kebencian kerap memicu konflik sosial, merusak ukhuwah, bahkan dapat berimplikasi hukum. Karena itu, umat Islam diajak untuk teliti dan bijak menggunakan digital sebagai sarana dakwah, berbagi kebaikan, serta memperkuat nilai-nilai toleransi.
"Bila kita mendapatkan satu informasi jangan langsung dikomentari atau pun sharing, pahami baik-baik informasi tersebuat agar jangan sampai kita salah berfikir, bersikap berkata-kata, apalagi berbuat" jelasnya. Acara semakin semarak dengan penampilan salawat dari kelompok remaja masjid, ibu-ibu pengajian dan anak-anak.
Dengan adanya Maulid Literasi Digital ini, diharapkan masyarakat tidak hanya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mampu menerapkannya di dunia digital. Sehingga, peringatan Maulid menjadi momentum memperkuat iman sekaligus meningkatkan kesadaran bermedia sosial yang sehat dan beretika.
Sejalan dengan hal tersebut Kepala KUA Kabanjahe Nasrun, MA mengatakan, semarak maulid adalah semarak menjalin hubungan ukhuwah. Tidak hanya sebatas ukhuwah islamiyah, numun juta ukhuwah insaniyah dan wathoniyah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
"Kita harus mengingat dalam sejarah juga menceritakan bahwa keluarga Nabi Muhammad juga ada dari Non Muslim. Bahkan Paman Nabi yang bernama Abu Thalib seorang Non muslim, yang melindungi dan merawat Rasulullah SAW, " jelasnya.
"Untuk itu melalui momentum maulid Nabi Muhammad ini, mari kita kokohkan semangat nilai-nilai moderasi beragama yang terdapat dalam salah satu Asta protas kementerian Agama yaitu meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, " tutupnya.
Kegiatan ini berlangsung khidmah dan dilanjutkan dengan diskusi bersama jamaah. Kegiatan berakhir pukul 12.00 WIB. (MHS/AYS))