Daerah

Masjid Bukan Arena Ego : Pesan Kuat Marton Abdurrahman Saat Saksikan Pergantian Nahkoda di Masjid Besar Al-Muhajirin
17 Apr 2026 | 79 | Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
Kota Tengah, 16 April 2026 – Suasana hangat dan dinamis menyelimuti Masjid Besar Al-Muhajirin, Kecamatan Kota Tengah, pada Kamis (16/4) malam. Sebanyak 125 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimcam, tokoh agama, pemangku adat, dan jamaah berkumpul dalam Rapat Pemilihan Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) periode 2026-2029.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Panitia Pemilihan ini berjalan dengan intens. Sempat terjadi dinamika diskusi yang cukup alot antarjamaah terkait pilihan kandidat, namun berkat kedewasaan bersama dan arahan kepala Kua , situasi berhasil dikendalikan hingga mencapai titik temu yang demokratis.
Acara diawali dengan sambutan Camat Kota Tengah, Sutami Suratinoyo, yang menekankan pentingnya persatuan umat dalam memakmurkan rumah Allah. Selanjutnya, Kepala KUA Kecamatan Kota Tengah, Marton Abdurrahman, memberikan paparan strategis berjudul "Memakmurkan Masjid dengan Hati yang Bersih dan Manajemen yang Amanah". Dalam materinya, Marton menguraikan kriteria ideal pengurus yang berintegritas serta menasehati agar ambisi pribadi tidak mengalahkan kepentingan umat.
"Masjid adalah tempat sujud, bukan arena kompetisi ego. Mari kita pilih pemimpin yang mampu membawa amanah, bukan sekadar jabatan," tegas Marton di hadapan hadirin.
Sebelum pemilihan inti, Pengurus Lama membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan sebagai bentuk transparansi publik.
Puncak acara adalah penetapan hasil musyawarah. Dengan suara terbanyak dan dukungan mufakat, Drs. Yosef Daulima, M.Pd resmi ditetapkan sebagai Ketua Takmir Masjid Besar Al-Muhajirin yang baru. Penetapan ini disambut tepuk tangan meriah sebagai tanda dukung penuh dari seluruh elemen masyarakat Kota Tengah.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut perwakilan Koramil, Kapolsek, para Lurah se-Kecamatan Kota Tengah, Imam Wilayah, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi saksi kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan komponen agama dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pengelolaan masjid yang profesional.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan Masjid Besar Al-Muhajirin semakin maju dalam program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat di tengah masyarakat Kota Tengah.