Mantapkan Catin, KUA Gunungsitoli Utara Bedah Adab Rumah Tangga
27 Mar 2026 | 11 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Gunungsitoli Utara, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali melaksanakan agenda krusial dalam upaya menekan angka perselisihan rumah tangga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/03) ini diikuti oleh dua pasang calon pengantin (catin) yang tampak antusias menyerap bekal ilmu sebagai persiapan memasuki bahtera rumah tangga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Membuka sesi pertama, Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I, menyampaikan materi fundamental mengenai visi "Keluarga Sakinah". Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan hukum formal, melainkan mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Beliau mengajak para catin untuk membangun komunikasi yang sehat serta memahami hak dan kewajiban masing-masing agar tercipta ketenangan batin (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (warahmah).
Memasuki sesi kedua, aspek kesehatan menjadi sorotan utama guna memastikan kesiapan fisik pasangan dalam membina keluarga. Staf dari UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara hadir langsung untuk melakukan skrining kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting. Langkah preventif ini sejalan dengan program nasional dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas melalui perencanaan keluarga yang matang sejak dini.
Selanjutnya, materi mengenai adab hubungan suami-istri disampaikan oleh Penghulu KUA Gunungsitoli Utara, Dafiq Iman Hakim MS, S.H. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hubungan intim dalam Islam bukan sekadar pemuasan biologis, melainkan ibadah yang memiliki tata krama (adab). Mulai dari pentingnya doa, menjaga kebersihan diri, hingga larangan-larangan syar'i yang wajib dihindari demi menjaga keberkahan dan keridaan Allah SWT dalam hubungan privat pasangan.
Sebagai penutup rangkaian agenda, para calon pengantin menjalani sesi praktik simulasi ijab kabul. Sesi ini bertujuan agar para calon mempelai pria dapat melaksanakan prosesi sakral tersebut dengan lancar dan penuh khidmat pada hari H nanti. Melalui pembekalan komprehensif ini, KUA Gunungsitoli Utara berharap setiap pasangan tidak hanya siap secara administrasi, namun juga siap secara mental, fisik, dan spiritual untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. (DIH)