KUA Sidikalang Wujudkan Gerakan Ekoteologi, Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Terpadu
Daerah

KUA Sidikalang Wujudkan Gerakan Ekoteologi, Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Terpadu

  04 Sep 2025 |   135 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang memulai sebuah inisiatif inovatif dengan melaksanakan kegiatan Aktualisasi Ekoteologi dalam bentuk pembangunan Taman Terpadu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan pelestarian lingkungan. Seluruh staf KUA, mulai dari Kepala KUA, penyuluh, hingga staf administrasi, bahu-membahu membersihkan lahan kosong di area kantor untuk diubah menjadi ruang hijau yang bermanfaat, Rabu (03/09). 


Kegiatan ini diawali dengan kerja bakti pembersihan lingkungan. Sampah-sampah anorganik dan dedaunan kering disingkirkan, memastikan lahan siap untuk proses selanjutnya. Aksi ini tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Konsep ekoteologi yang diusung oleh KUA Sidikalang ini menegaskan bahwa merawat bumi adalah wujud ibadah.

Setelah lahan bersih, proses penanaman tumbuhan hijau pun dimulai. Berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, sayuran, hingga pohon-pohon kecil, ditanam secara sistematis. Proses penanaman ini menjadi simbol komitmen KUA Sidikalang dalam menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk. Penanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Taman Terpadu yang dibangun ini dirancang untuk menjadi ruang publik yang multifungsi. Selain berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, taman ini juga akan digunakan sebagai tempat bimbingan perkawinan dan konsultasi keagamaan dalam suasana yang lebih alami. Dengan demikian, nilai-nilai spiritual dan lingkungan dapat terintegrasi secara harmonis. 


Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. "Ekoteologi mengajarkan kita bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Kegiatan ini adalah bentuk aktualisasi nilai-nilai keislaman, di mana kita tidak hanya merawat iman, tetapi juga merawat alam ciptaan Allah SWT," ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dan masyarakat luas bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Taman Terpadu ini, KUA Sidikalang tidak hanya melayani urusan administrasi pernikahan, tetapi juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari ajaran agama. (MHS/SUP)

Bagikan Artikel Ini

Infografis