Daerah

KUA Sidikalang dan DMI Dairi Perkuat Sinergi, Targetkan Masjid Profesional Ramah Pemudik 2026
08 Mar 2026 | 10 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang resmi menggandeng pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Dairi untuk mentransformasi tata kelola masjid menjadi lebih profesional. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan manajemen masjid, terutama dalam menyambut lonjakan arus mudik tahun 2026. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat yang handal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, saat menghadiri silaturahmi dengan jamaah Masjid Telaga Zam-Zam, Kelurahan Batang Beruh, pada Jumat (06/03). Dalam kesempatan tersebut, beliau juga bertindak sebagai khatib salat Jumat. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa profesionalisme pengelolaan masjid adalah cermin dari kemajuan peradaban Islam di tingkat lokal.
H. Abdul Yajid Lingga menjelaskan bahwa aspek manajemen yang profesional mencakup transparansi keuangan, kebersihan fasilitas, hingga keramahan pengurus dalam melayani jamaah. "Kita ingin masjid-masjid di Sidikalang memiliki standar layanan yang tinggi. Pengelolaan yang baik akan membuat jamaah merasa nyaman dan lebih khusyuk dalam beribadah," ungkapnya di hadapan para jamaah yang hadir.
Fokus utama dari pertemuan ini adalah peluncuran program "Masjid Ramah Pemudik 2026". Program ini dirancang khusus untuk menghadapi arus mudik yang diperkirakan akan melintasi wilayah Kabupaten Dairi. KUA Sidikalang mendorong setiap masjid di jalur lintas untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi para musafir, seperti ruang istirahat yang layak, ketersediaan air bersih yang cukup, serta informasi rute perjalanan.
Ketua Umum DMI Kabupaten Dairi, Henry Habeahan, ST, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan komitmen penuhnya terhadap ajakan KUA Sidikalang. Ia menilai bahwa inisiatif ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman. DMI Dairi berjanji akan melakukan supervisi ke masjid-masjid di bawah naungannya agar kriteria "Ramah Pemudik" ini dapat segera diimplementasikan sebelum Ramadan tiba.

Menurut Henry, profesionalisme masjid juga harus menyentuh sisi pemberdayaan ekonomi dan sosial. Dengan manajemen yang rapi, masjid dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan warga sekitar. "DMI akan terus berkoordinasi dengan KUA untuk memberikan pelatihan manajemen bagi para pengurus masjid (takmir) agar visi masjid profesional ini bukan sekadar wacana," tambah Henry.
Suasana silaturahmi di Masjid Telaga Zam-Zam berlangsung hangat dan penuh antusias. Warga Kelurahan Batang Beruh menyambut baik rencana ini, mengingat lokasi mereka yang cukup strategis bagi para pengendara yang menempuh perjalanan jauh. Dukungan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan citra positif bagi Kabupaten Dairi sebagai daerah yang religius dan toleran.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, H. Abdul Yajid Lingga berharap sinergi antara KUA, DMI, dan masyarakat terus terjaga dengan konsisten. Dengan persiapan yang matang sejak awal Maret ini, diharapkan pada saat musim mudik 2026 nanti, seluruh masjid di wilayah Sidikalang sudah siap memberikan pelayanan terbaiknya bagi umat. (MHS)