KUA Pantai Labu Turut Serta Kirimkan Bantuan Bencana Alam ke Langkat dan Aceh Tamiang
Daerah

KUA Pantai Labu Turut Serta Kirimkan Bantuan Bencana Alam ke Langkat dan Aceh Tamiang

  18 Dec 2025 |   70 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pantai Labu, (Humas). Kepala KUA Pantai Labu, Amru Hasibuan, S.HI., turut memberikan donasi bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Deli Serdang, Langkat, dan Aceh Tamiang. Partisipasi ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial jajaran Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Donasi tersebut dihimpun melalui penggalangan bantuan yang dipusatkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang. Kepala KUA Pantai Labu bersama jajaran ASN Kemenag berkontribusi aktif dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan sebagai wujud solidaritas dan empati kepada para korban.

Bantuan yang terkumpul berupa bahan makanan pokok, air mineral, serta pakaian layak pakai. Total bantuan mencapai dua unit truk cold diesel yang siap disalurkan ke lokasi terdampak. Seluruh bantuan dihimpun dari partisipasi berbagai satuan kerja dan pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd, pada hari Selasa (16/12). Rombongan bergerak menuju lokasi bencana untuk memastikan bantuan diterima tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran Kementerian Agama dalam merespons persoalan kemanusiaan lintas wilayah melalui sinergi aparatur sipil negara dan pemangku kepentingan internal. Pelepasan bantuan dilakukan secara resmi oleh Kakan sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus pembina ASN di lingkungan Kemenag Deli Serdang.

Acara tersebut disaksikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha H. Fachrizal, S.HI., M.Si., para Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang. Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai refleksi tanggung jawab moral dan spiritual aparatur negara terhadap sesama manusia yang terdampak bencana.

Penggalangan donasi ini merupakan komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan serta menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, sejalan dengan semangat “Kemenag Berdampak”. Melalui aksi nyata ini, Kemenag hadir tidak hanya sebagai institusi layanan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial kemasyarakatan. Selain itu, bantuan yang disalurkan juga menjadi bagian dari prioritas pemberdayaan dan pemulihan ekonomi umat, khususnya bagi masyarakat yang sedang terdampak bencana alam. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka pascabencana.

Dalam arahan dan bimbingannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang menegaskan bahwa seluruh bantuan yang berhasil dikumpulkan merupakan hasil dari kepedulian kolektif keluarga besar Kemenag yang digerakkan oleh nilai kemanusiaan dan keikhlasan. Ia menyampaikan bahwa bencana alam bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi juga ujian solidaritas sosial yang menuntut kehadiran negara melalui aparatur yang berempati dan berintegritas.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah panggilan nurani, karena kemanusiaan tidak mengenal sekat wilayah, suku, maupun latar belakang, mereka adalah saudara kita sesama manusia,” ujar Kakan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bantuan ini bukan diukur dari besar kecilnya nilai materi, melainkan dari ketulusan dan kesungguhan dalam meringankan beban penderitaan masyarakat terdampak. Menurutnya, kehadiran Kementerian Agama harus mampu menghadirkan harapan, penguatan mental, serta rasa kebersamaan di tengah situasi sulit yang dialami para korban.

Kepala Kantor juga menyoroti pentingnya perspektif ekoteologi dalam menyikapi bencana alam, yakni kesadaran bahwa relasi manusia dengan alam harus dijaga secara seimbang dan bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa bencana yang terjadi menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap lingkungan, melainkan menempatkan alam sebagai amanah yang harus dirawat bersama. “Ekoteologi mengajarkan kepada kita bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah, dan menolong sesama yang terdampak bencana adalah implementasi nyata dari nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, bantuan sosial yang dilepas hari ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang kuat antar sesama manusia, tanpa sekat batas administratif maupun geografis. Kakan juga menggambarkan proses pengumpulan bantuan yang berlangsung secara alami dan berkelanjutan, seperti air yang mengalir, karena banyak pihak yang tergerak untuk berbagi atas dasar empati dan kepedulian.

Sebelumnya, Kepala Subbagian Tata Usaha dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan yang didistribusikan merupakan hasil partisipasi ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang. Ia merinci bahwa bantuan tersebut meliputi pakaian layak pakai, beras, makanan ringan dan roti, mi instan, sabun, popok bayi, tikar, gula, air mineral, masker, sepatu dan sandal, obat-obatan, serta minyak goreng. Seluruh bantuan tersebut dikemas dan disortir dengan memperhatikan kelayakan serta kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana. Tim pendistribusian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing bertugas menyalurkan bantuan ke Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Tamiang secara terkoordinasi.

Pembagian tim ini bertujuan agar pendistribusian bantuan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Adapun bantuan yang terkumpul selama kurang lebih enam hari mencapai sekitar 10 ton, yang diangkut menggunakan dua unit truk logistik serta dua unit bus pengantar tim.

Setelah prosesi pelepasan bantuan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang turut serta bersama tim rombongan dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran langsung Kakan di lapangan menjadi bentuk kepemimpinan yang responsif dan empatik terhadap kondisi masyarakat terdampak. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban korban sekaligus menghadirkan dukungan moral bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.

“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa doa dan kepedulian agar saudara-saudara kita diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya. Pada penutup kegiatan, Kakan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan realisasi dari Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, kepedulian kemanusiaan, dan pengembangan ekoteologi sebagai wujud pengabdian nyata Kementerian Agama kepada masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis