KUA Pangururan Bina Keagamaan Warga Binaan Lapas Kelas III Pangururan
Daerah

KUA Pangururan Bina Keagamaan Warga Binaan Lapas Kelas III Pangururan

  21 Feb 2026 |   46 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pangururan, (Humas). Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kecamatan Pangururan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan keagamaan warga binaan dengan mengisi tausiah di Lapas Kelas III Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (19/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Pangururan dengan suasana yang penuh kekhusyukan dan kehangatan. Sebanyak 42 narapidana yang beragama Islam turut hadir mengikuti kegiatan tersebut. Tausiah ini menjadi bagian dari pembinaan rohani rutin bagi warga binaan.

Acara tersebut dihadiri oleh Adi Suarno selaku Sipir Lapas Pangururan yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Kehadiran pihak lapas menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembinaan mental dan spiritual bagi para narapidana. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari seluruh peserta. Warga binaan tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.

Dalam tausiahnya, Hendra Himawan selaku ASN KUA Pangururan menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas keimanan, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa setiap insan beriman dipanggil oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter dan ketakwaan. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.

Hendra Himawan juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat tersebut menjadi landasan utama kewajiban puasa bagi umat Islam. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa dan mampu mengendalikan diri. Pesan ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh warga binaan.

Lebih lanjut, ia mengajak para narapidana untuk menjadikan masa pembinaan di lapas sebagai waktu refleksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Setiap manusia, menurutnya, memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kesalahan masa lalu. Ia menekankan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin kembali ke jalan yang benar. Suasana haru pun terasa ketika sebagian warga binaan tampak tersentuh dengan nasihat yang diberikan.

Kegiatan tausiah ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan dalam menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Pihak lapas menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara KUA Kecamatan Pangururan dan Lapas Pangururan dalam membina kehidupan spiritual narapidana.

Pembinaan keagamaan seperti ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan kegiatan ini, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan perubahan positif.(HM)

Bagikan Artikel Ini

Infografis