KUA Pajarakan Gelar Kajian Rutin Ilmu Faroid, Perkuat Kapasitas ASN dalam Pelayanan Keagamaan
Daerah

KUA Pajarakan Gelar Kajian Rutin Ilmu Faroid, Perkuat Kapasitas ASN dalam Pelayanan Keagamaan

  01 Jul 2026 |   42 |   Penulis : PC APRI PROBOLINGGO |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur



Probolinggo (Pajarakan) – Komitmen dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia terus ditunjukkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan melalui pelaksanaan kajian rutin Ilmu Faroid dengan mengkaji Kitab Marohil fil Mirats karya penyuluh Agama Islam. Kajian yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu ini kembali digelar pada Rabu (01/07/2026) dan diikuti oleh seluruh keluarga besar KUA Pajarakan.

Peserta kajian terdiri atas Kepala KUA, penghulu, penyuluh agama Islam, serta seluruh staf KUA Pajarakan. Menariknya, kajian tersebut diasuh langsung oleh pengarang kitab, Dr. (C). Zaenal Abidin, M.Pd., C.DAI, yang akrab disapa Gus Zein, sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Pajarakan.

Dalam penyampaiannya, Gus Zein menegaskan bahwa ilmu faraid merupakan salah satu cabang ilmu syariat yang memiliki kedudukan sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak-hak ahli waris serta keadilan dalam pembagian harta peninggalan.

"Ilmu faraid bukan hanya ilmu tentang pembagian warisan, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga hak manusia sesuai ketentuan syariat. Semoga kajian ini menjadi sarana memperkuat kompetensi para ASN Kementerian Agama sehingga mampu memberikan edukasi dan pelayanan yang benar kepada masyarakat ketika menghadapi persoalan kewarisan," ujar Gus Zein, penulis yang sangat produktif menyusun buku maupun kitab berbahasa arab hampir 30 judul. 

Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, M.Ag., menyampaikan bahwa kajian rutin tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas aparatur agar mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat.


"Pada prinsipnya, kajian itu sangat baik dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai ASN, untuk meningkatkan diri agar tidak ketinggalan dalam hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan yang ada di dalam masyarakat kita. Kita ingin Kemenag berdampak, KUA berdampak, bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di dalam masyarakat kita. Dengan kajian-kajian seperti ini, sekali lagi, semuanya ada dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai seorang ASN. Untuk itu akan lebih bagus kalau kita lestarikan dan kembangkan dari masa ke masa," ungkap Winarko.

Menurutnya, penguatan kompetensi melalui forum kajian ilmiah menjadi salah satu investasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada bidang bimbingan masyarakat Islam, penyelesaian persoalan keluarga, hingga edukasi hukum kewarisan Islam.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., memberikan apresiasi atas konsistensi KUA Pajarakan dalam membangun budaya belajar di lingkungan kerja.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif KUA Pajarakan yang terus menjaga tradisi akademik dan pengembangan kompetensi melalui kajian kitab. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan ASN Kementerian Agama yang profesional, adaptif, dan memiliki kedalaman keilmuan. Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi KUA lainnya sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, solutif, dan benar-benar memberikan dampak positif," tuturnya.

Melalui kajian rutin tersebut, KUA Pajarakan berharap seluruh jajaran mampu meningkatkan wawasan keislaman, memperkuat kompetensi teknis, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin profesional, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (MH/Red).

💬 Komentar Pembaca
N
Nur Hasan 01 Jul 2026 13:21

Barokallah...

G
Gus Zein 01 Jul 2026 13:20

Mohon doanya semoga Istiqomah dan terus menebar kebaikan.

F
Free tamamy 01 Jul 2026 13:17

Alhamdulillah, semoga selalu konsisten dalam menjaga khazanah keilmuan.

Bagikan Artikel Ini

Infografis