Wujud Kepedulian, KUA Rimba Melintang Bimbing Mualaf dan Serahkan Cendera Mata
Daerah

Wujud Kepedulian, KUA Rimba Melintang Bimbing Mualaf dan Serahkan Cendera Mata

  01 Jul 2026 |   5 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Rokan Hilir (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rimba Melintang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan bimbingan rohani kepada Parningotan Nababan yang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam. Kegiatan berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Rimba Melintang, Selasa (30/6/2026).

Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Rimba Melintang, H. Andri Ihsan Munthe bersama jajaran Penyuluh Agama Islam Fungsional. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan dan sarat dengan nilai-nilai kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, Parningotan Nababan memperoleh pembekalan dasar mengenai ajaran Islam sebagai bekal awal dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan rukun iman, rukun Islam, tata cara bersuci (thaharah), tata cara pelaksanaan salat, pentingnya membaca dan mempelajari Al-Qur'an, adab dalam kehidupan sehari-hari, serta nilai-nilai akhlak mulia yang menjadi landasan utama dalam kehidupan seorang muslim. Para penyuluh agama juga memberikan motivasi agar proses belajar agama dilakukan secara bertahap, konsisten dan tidak sungkan untuk bertanya apabila menemui kesulitan dalam memahami ajaran Islam.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral, KUA Kecamatan Rimba Melintang turut menyerahkan cendera mata berupa satu set kain sarung kepada Parningotan Nababan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala KUA sebagai ungkapan selamat datang dalam keluarga besar umat Islam sekaligus sebagai sarana penunjang dalam melaksanakan ibadah, khususnya salat maupun ibadah lainnya.

H. Andri Ihsan Munthe mengatakan bahwa pembinaan terhadap mualaf merupakan salah satu tugas penting KUA dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, seseorang yang baru memeluk Islam tidak hanya membutuhkan pengesahan administrasi, tetapi juga memerlukan pendampingan secara berkelanjutan agar mampu memahami ajaran Islam secara benar, menyeluruh dan penuh keyakinan.

"Mualaf merupakan saudara baru kita yang membutuhkan perhatian, pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan. Tugas KUA tidak berhenti pada proses pengucapan dua kalimat syahadat, tetapi memastikan mereka memperoleh pemahaman dasar tentang ajaran Islam sehingga dapat menjalankan ibadah dengan baik, benar dan penuh keyakinan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran KUA harus mampu memberikan rasa nyaman bagi para mualaf dalam menjalani proses belajar agama. "Kami ingin para mualaf merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar umat Islam. Pendampingan yang kami lakukan merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang humanis agar mereka tidak merasa sendiri dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Semoga pembinaan ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan," tambahnya.

Sementara itu, Parningotan Nababan mengaku bersyukur atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Kepala KUA beserta seluruh jajaran Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, bimbingan yang diterima menjadi penyemangat untuk terus memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam.  (Uus_Ulfh/Humas)

Bagikan Artikel Ini

Infografis