Daerah
KUA Lubuk Pakam Pimpin Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Baiturrahman dalam Gerakan Nasional Rashdul Kiblat
16 Jul 2026 | 3 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Lubuk Pakam, (Humas). 15 Juni 2026- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Lubuk Pakam melaksanakan kegiatan pengukuran arah kiblat (Rashdul
Kiblat) di Masjid Baiturrahman, Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten
Deli Serdang, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari
Gerakan Nasional Pengukuran Arah Kiblat yang dicanangkan oleh
Kementerian Agama Republik Indonesia guna memastikan arah kiblat masjid
dan musala tetap akurat berdasarkan metode ilmiah dan ilmu falak.
Pelaksanaan
pengukuran dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Lubuk Pakam,
Jayamin Sinaga, S.Ag., M.Si., didampingi Mhd. Yasir, Muksalmina, S.Ag.,
Penyuluh Agama H. Saharuddin, Lc., M.A., serta Mhd. Ali Perdana
Silangit, S.Pd. Kegiatan juga dihadiri Ketua Badan Kenaziran Masjid
(BKM) Baiturrahman, Pantas Tarigan, S.Ag., M.Si., beserta pengurus
masjid dan masyarakat setempat.
Pengukuran dilakukan dengan
memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat, yaitu ketika matahari
berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat tersebut, bayangan benda yang
berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke Ka’bah sehingga dapat
dijadikan acuan paling akurat dalam menentukan arah kiblat.
Di
wilayah Indonesia bagian barat, fenomena ini dimanfaatkan pada pukul
16.27 WIB. Tim KUA menggunakan tongkat istiwa (gnomon) yang dipasang
tegak lurus di dalam area masjid. Bayangan yang terbentuk kemudian
ditarik menjadi garis lurus sebagai referensi arah kiblat yang presisi.
Secara
ilmiah, fenomena Rashdul Kiblat terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi
bumi sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya. Kondisi tersebut
menyebabkan pada waktu tertentu posisi matahari berada tepat di titik
zenit Ka’bah yang terletak pada koordinat sekitar 21°25′ Lintang Utara
dan 39°49′ Bujur Timur. Ketika peristiwa itu berlangsung, seluruh
bayangan benda tegak lurus di wilayah yang masih mengalami siang hari
akan mengarah menuju Baitullah.
Jayamin Sinaga, mengatakan kegiatan
ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan sekaligus edukasi kepada
masyarakat mengenai pentingnya memastikan arah kiblat berdasarkan metode
yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syariat. Menurutnya,
ketepatan arah kiblat menjadi salah satu unsur penting dalam
pelaksanaan ibadah shalat. Oleh karena itu, Kementerian Agama terus
mendorong masjid dan musala untuk melakukan kalibrasi secara berkala
melalui momentum Rashdul Kiblat.
Selain memastikan ketepatan arah
kiblat, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan literasi ilmu
falak di tengah masyarakat. Peserta memperoleh penjelasan mengenai
hubungan antara fenomena astronomi dengan pelaksanaan ibadah sehingga
pemahaman terhadap integrasi sains dan ajaran Islam semakin berkembang.
Ketua
BKM Masjid Baiturrahman, Pantas Tarigan, S.Ag., M.Si., menyampaikan
apresiasi atas pendampingan yang diberikan KUA Lubuk Pakam. Menurutnya,
kegiatan tersebut memberikan kepastian kepada jamaah bahwa arah saf
salat di Masjid Baiturrahman telah diperiksa menggunakan metode ilmiah
yang diakui dalam ilmu falak.
💬 Komentar Pembaca
J
Jamilah. S. Pd. I
17 Jul 2026 15:00
Sukses selalu buat kua lubuk pakam