KUA Lolowau Ikhtiar Perkuat Identitas Remaja Muslim Melalui BRUS
Daerah

KUA Lolowau Ikhtiar Perkuat Identitas Remaja Muslim Melalui BRUS

  15 Feb 2026 |   17 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Lolowau (Humas). Berada di lingkungan minoritas bukan menjadi penghalang bagi remaja muslim di Kecamatan Lolowau untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh secara iman. Menyadari tantangan pergaulan dan keterbatasan literasi agama di wilayah tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Lolowau menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMKN 1 Lolowau dengan pendekatan Fikih Aplikatif pada Jumat (13/02/26).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Lolowau ini menghadirkan Penghulu KUA Lolowau, Febri Syahputra, S.H, sebagai narasumber yang diikuti oleh para pelajar muslim tingkat menengah atas. Fokus utama bimbingan ini bukan hanya sekadar teori hukum pernikahan saja, melainkan penanaman nilai-nilai dasar Islam agar remaja memiliki benteng diri yang kuat dalam pergaulan sehari-hari sebelum memasuki masa pernikahan.

Febri menekankan bahwa pemahaman agama adalah kebutuhan dasar bagi remaja, terutama dalam menjaga kehormatan diri. "Di tengah keberagaman dan tantangan zaman, adik-adik harus bangga dengan identitas diri kita sebagai muslim. Melalui BRUS ini, kami tidak hanya bicara soal aturan pernikahan saja, tapi soal bagaimana Fikih mengajarkan kita cara menghargai diri sendiri, lingkungan dan masa depan," ujar Febri.

Febri menyadari bahwa banyak siswa yang belum mendapatkan akses pendidikan agama secara mendalam. "Kami ingin adik-adik paham bahwa Islam itu indah dan tidak kaku dalam pergaulan. Dengan memahami Fikih secara benar, adik-adik tidak akan mudah goyah dan bisa menjadi teladan akhlak (uswah) di sekolah," tambahnya.

Febri menambahkan bahwa bimbingan ini juga menjadi langkah preventif dalam menekan angka stunting di wilayah Nias Selatan khususnya di wilayah Lolowau melalui pencegahan pernikahan di bawah umur. Kesiapan mental dan kesehatan fisik sangat menentukan kualitas keturunan di masa depan. Islam mengajarkan kita untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah (dzurriyyatan dhi’afan)," tegasnya mengutip penggalan Surah An-Nisa ayat 9.

Melalui program BRUS ini, KUA Lolowau terus melakukan ikhtiar nyata untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga teguh memegang prinsip tauhid dan berakhlakul karimah sebagai wujud nyata generasi muttaqin di Nias Selatan. Dengan terlaksananya program BRUS secara berkelanjutan, KUA Lolowau berharap para remaja di wilayahnya memiliki visi hidup yang jelas dan menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.

Kegiatan BRUS ini diakhiri dengan komitmen bersama para siswa untuk fokus pada pendidikan dan pengembangan diri. KUA Lolowau berharap, edukasi ini menjadi oase bagi remaja Muslim di Lolowau untuk terus bertumbuh dengan fondasi akidah yang kokoh dan pemahaman fikih yang benar. (FS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis