News

KUA KASIMAN AJAK PENGANTIN WAKAF UANG SAN SEDEKAH OKSIGEN
14 Feb 2026 | 49 | Penulis : Biro Humas APRI Jawa Timur | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
Bojonegoro, 12/2/2026_KUA Kasiman sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan tidak hanya berperan dalam pencatatan pernikahan, tetapi juga menjadi kekuatan organik dalam membangun kesalehan umat beragama. Kesalehan tidak berhenti pada aspek ritual individual, tetapi harus menjelma menjadi kesalehan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam memberikan layanan pernikahan, KUA Kasiman mengajak para calon pengantin untuk memulai rumah tangga dengan amal jariyah melalui gerakan wakaf uang dan sedekah oksigen.
Gerakan Wakaf uang dan sedekah oksigen ini dilakukan oleh pengantin atas nama Debi Nur Septiyan dan Rintan Nurita Pratiwi. Gerakan wakaf uang ini digelorakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawatimur dengan Nadzhir BWI Provinsi Jawa Timur.
Pengantin yang menikah pada hari kamis 12 Februari ini telah mewakafkan uangnya setelah selesai mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin di KUA Kasiman.
“Wakaf uang menjadi instrumen filantropi Islam yang fleksibel dan produktif. Melalui wakaf uang, pasangan pengantin diajak menanam investasi akhirat sejak awal membangun keluarga. Dana wakaf yang terkumpul dapat dikelola untuk kepentingan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, maupun kegiatan sosial lainnya’. Jelas Maqin selaku Kepala KUA Kasiman Bojonegoro.
Setelah prosesi akad nikah selesai Kepala KUA Kasiman mengajak pasangan pengantin untuk menanam pohon sebagai gerakan sedekah oksigen.
Sedekah oksigen diwujudkan dalam bentuk penanaman pohon sebagai simbol kehidupan, keberkahan, dan keberlanjutan. Pohon yang ditanam bukan hanya menjadi penyejuk bumi, tetapi juga amal jariyah yang terus mengalir pahalanya selama memberi manfaat bagi makhluk hidup.
Sedekah oksigen ini merupakan wujud dari penguatan ekoteologi yang dikampanyekan oleh Menteri Agama. Sebagai salah satu asta protas dari kemneterian agama.
Gerakan ini mengandung pesan spiritual yang mendalam:
Bahwa membangun keluarga sakinah tidak hanya dimulai dengan akad, tetapi juga dengan komitmen berbagi dan menjaga ciptaan Allah SWT.
Dengan pendekatan ini, KUA Kasiman hadir bukan sekadar sebagai institusi administratif, tetapi sebagai pusat transformasi nilai-nilai keagamaan yang mendorong kesalehan individual, sosial, dan ekologis secara terpadu. Demikian harapannya.