KUA Karangkobar BRUS di Madrasah : Bangun Jembatan Harapan, Gapai Masa Depan Cemerlang
20 Jul 2025 | 80 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Dalam rangka membentuk remaja tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman, Kepala KUA Kecamatan Karangkobar, H. Wahid Saifudin, bersama Penyuluh Agama Islam Fungsional, Duwi Rohmah, melaksanakan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Cokroaminoto Karangkobar pada Rabu. (16/7)
Kegiatan ini menjadi bagian dari program AKSI KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting) yang bertujuan memberikan edukasi keagamaan dan motivasi kepada Remaja Usia Sekolah / pelajar.
Dalam arahannya, H. Wahid Saifudin menyampaikan tiga pesan penting kepada para siswa, “Anak-anak semua harus tetap semangat belajar. Sekurang-kurangnya selesaikan pendidikan sampai jenjang SMA, dan kalau ada kesempatan, lanjutkan ke perguruan tinggi. Pendidikan akan membuka lebih banyak jalan bagi masa depan kalian,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan pergaulan remaja, “baik putra maupun putri, jika sudah memiliki teman dekat atau pacar, harus tahu batasan-batasan. Jangan sampai kedekatan justru menjerumuskan dan mengganggu masa depan. Kendalikan diri dan jaga kehormatan,” imbuhnya.
Mengenai pernikahan, ia menekankan, “Pernikahan itu bukan soal cepat-cepatan, tapi soal kesiapan. Jika belum siap secara ilmu, mental, dan ekonomi, sebaiknya jangan dulu. Menikahlah ketika siap, agar keluarga yang dibangun bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan maslahah,” pungkasnya.
Sementara itu, Duwi Rohmah mengajak para siswa untuk merenung dan menuliskan “Jembatan Harapan” mereka, yakni mimpi dan tujuan hidup yang ingin dicapai serta langkah-langkah yang bisa dimulai dari sekarang.
Dalam motivasinya, ia menyampaikan, “banggalah menjadi siswa madrasah. Kalian bukan hanya belajar ilmu pengetahuan, tapi juga ditanamkan akhlak dan nilai-nilai agama. Anak madrasah bukan cuma harus cerdas, tapi juga santun, sopan, dan penuh adab mulia,” katanya.
Lebih lanjut, ia memberikan dorongan semangat kepada para siswa agar tidak berkecil hati dengan sekolah tempat mereka menimba ilmu. ” Jangan minder bersekolah di madrasah atau sekolah yang menurut orang biasa saja. Karena yang menentukan masa depan bukan nama sekolah, tapi bagaimana kalian bersungguh-sungguh saat belajar di dalamnya,” harapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, hangat, dan penuh antusias dari para siswa. Dengan metode refleksi dan diskusi terbuka, para siswa diajak mengenali potensi diri, memahami pentingnya menjaga pergaulan, serta membangun cita-cita yang lurus dan realistis. (dr/azd)