KUA Botupingge Gelar Bimbingan Pusaka Sakinah: Wujudkan Relasi Harmonis dalam Rumah Tangga
News

KUA Botupingge Gelar Bimbingan Pusaka Sakinah: Wujudkan Relasi Harmonis dalam Rumah Tangga

  22 Jul 2025 |   178 |   Penulis : Humas Cabang APRI Bone Bolango |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

Botupingge (KUA) -  Sebagai bentuk upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango menggelar kegiatan Bimbingan Pusaka Sakinah bagi Pasangan Pasca Nikah, bertempat di aula KUA Botupingge, pada Selasa (22/07/2025).

Kegiatan ini menyasar pasangan suami istri yang telah menikah dalam rentang waktu dari 1 tahun hingga 10 tahun umur pernikahan, sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kepala KUA Botupingge Carles Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan kehidupan berumah tangga tidak berhenti setelah akad nikah. Justru setelah menikah, pasangan perlu terus dibekali kemampuan menjaga keharmonisan, komunikasi, serta mengelola perbedaan. “Melalui bimbingan ini, kami ingin membantu pasangan muda agar tidak hanya bertahan dalam pernikahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang bersama secara sehat dan bahagia,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan Bimbingan Pusaka Sakinah di KUA Botupingge menjadi sangat penting, mengingat dalam beberapa tahun terakhir, KUA Botupingge kerap menjadi lokasi sidang keliling Pengadilan Agama di Kabupaten Bone Bolango. “Seharusnya KUA adalah tempat menyatukan dua insan dalam ikatan suci, bukan justru menjadi saksi perpisahan. Karena itu kami berupaya menghadirkan bimbingan semacam ini agar fungsi KUA kembali pada hakikatnya: membina, menjaga, dan menguatkan keluarga,” tegasnya.

Junus Mooduto selaku narasumber, yang membawakan topik “Belajar Rahasia Nikah: Membangun Relasi Harmonis” meliputi sakinah mawadah warahmah, nilai dan prinsip hidup, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, bahan bakar cinta, serta jati diri manusia dalam islam. Dalam paparannya, Junus menekankan pentingnya saling memahami kebutuhan emosional pasangan, kejujuran, serta kemampuan menyelesaikan konflik dengan pendekatan islami dan dialog yang terbuka.

“Rumah tangga bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang komitmen dan kemampuan berproses bersama. Relasi harmonis dibangun setiap hari melalui komunikasi yang sehat dan niat menjaga satu sama lain,” ujar Junus di hadapan para peserta.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif dan sesi curhat terbuka. Salah satu peserta, seorang istri menyampaikan keluh kesahnya selama menjalani bahtera rumah tangga, terutama soal komunikasi yang kurang lancar dan tekanan ekonomi. 

“Saya merasa seperti memendam semuanya sendiri. Tapi lewat bimbingan ini, saya merasa lebih ringan dan terbantu. Saya jadi paham bahwa tidak apa-apa jika rumah tangga mengalami masalah, asal kita mau belajar dan saling terbuka. Terima kasih banyak untuk KUA dan para pembimbing,” ujarnya dengan haru.

Dengan adanya bimbingan pasca nikah ini, KUA Botupingge berharap mampu membina keluarga-keluarga agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dan menjadi keluarga teladan di tengah masyarakat (22/07).

Bagikan Artikel Ini

Infografis