News

KUA Bantaran Gelar Bimbingan Perkawinan Lintas Sektor, Bekali 26 Pasang Catin Menuju Keluarga Bahagia
02 Jul 2026 | 23 | Penulis : PC APRI PROBOLINGGO | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
Probolinggo — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin dengan menggandeng berbagai unsur lintas sektor. Mengusung tema "Pernikahan Bahagia Berawal dari Persiapan yang Matang", kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Bantaran, Kamis (2/7/2026).
Sebanyak 26 pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi antara peserta dengan para narasumber mengenai kehidupan rumah tangga, kesehatan, hingga perencanaan keluarga.
Bimbingan perkawinan menghadirkan fasilitator dari KUA Bantaran yang menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban suami istri, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, penguatan nilai-nilai keagamaan, penyelesaian konflik secara bijaksana, serta pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor, Puskesmas Bantaran memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi, sementara PLKB Kecamatan Bantaran menyampaikan materi tentang program Keluarga Berencana (KB) dan perencanaan keluarga.
Dalam sesi kesehatan reproduksi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, pencegahan penyakit menular seksual, pemenuhan gizi bagi calon ibu, pencegahan anemia, pentingnya kesehatan mental pasangan, kesiapan menghadapi kehamilan yang sehat, serta upaya pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi. Materi tersebut menegaskan bahwa kesiapan membangun keluarga tidak hanya bertumpu pada aspek spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan.
Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Ananto Pratikno, menegaskan bahwa bimbingan perkawinan merupakan ikhtiar bersama untuk membekali calon pengantin agar mampu membangun rumah tangga yang kokoh sejak awal.
"Pernikahan bukan hanya sebuah prosesi akad, tetapi merupakan awal perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu, kesiapan mental, kedewasaan, serta tanggung jawab. Karena itu, bimbingan perkawinan menjadi bekal yang sangat penting agar pasangan mampu menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dengan baik," ujar Ananto.
Ia menambahkan, pelaksanaan bimbingan perkawinan yang melibatkan berbagai instansi menunjukkan bahwa pembinaan keluarga merupakan tanggung jawab bersama.
"Melalui kolaborasi antara KUA, Puskesmas, dan PLKB, para calon pengantin memperoleh bekal yang lebih komprehensif. Mereka tidak hanya memahami aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan upaya melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas," tambahnya.
Kegiatan ini juga melibatkan seluruh unsur di lingkungan KUA Bantaran, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf KUA yang bersama-sama memberikan pelayanan dan pendampingan kepada para peserta.
Di akhir kegiatan, Kepala KUA berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sebagai fondasi dalam membangun keluarga.
"Harapan kami, setiap pasangan yang mengikuti bimbingan ini dapat memasuki kehidupan rumah tangga dengan kesiapan yang utuh, saling menghormati, menjaga komunikasi, mengedepankan nilai-nilai agama, serta mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, sehat, mandiri, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Dari keluarga yang dipersiapkan dengan baik, insyaallah akan lahir generasi yang berkualitas dan menjadi kekuatan bagi bangsa," pungkasnya. (MH/Red).