Daerah
KUA Bangun Purba Penyuluh Agama Islam dan Kristen Bersatu Menjemput Data Umat: Wujud Nyata Toleransi dan Persatuan
20 Nov 2025 | 35 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bangun Purba, (Humas). Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terasa kuat di Kecamatan Bangun Purba. Para Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bangun Purba turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan pendataan umat beragama secara serentak. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghimpun data, tetapi juga memperkokoh hubungan lintas iman dalam pelayanan masyarakat, Rabu (19/11).
Dalam pelaksanaan pendataan tersebut, Penyuluh Agama Islam, yaitu Wan Muhammad Zamri, S.Pd.I dan Ahmadi Ahmad, S.HI, berjalan bersama Penyuluh Agama Kristen, Jonatan Togatorop, M.Th. Mereka mengunjungi rumah-rumah warga di sejumlah titik wilayah, berdialog dengan perangkat Desa dan masyarakat di wilayah Kecamatan Bangun Purba, serta mencatat data penting terkait keberagamaan, kebutuhan pembinaan, hingga kondisi sosial masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan dengan metode jemput bola, di mana para penyuluh secara langsung bertatap muka untuk memastikan data yang terhimpun benar-benar akurat. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan atau kendala terkait pelayanan keagamaan di desanya.
Selama kegiatan berlangsung, tampak jelas sinergi lintas agama yang terjalin dengan baik. Para penyuluh saling berbagi peran—tanpa memandang perbedaan keyakinan—demi mewujudkan pelayanan yang profesional dan inklusif.
Wan Muhammad Zamri menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan bagian dari komitmen penyuluh untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap umat, apapun agamanya, mendapatkan pembinaan yang sesuai kebutuhan. Berjalan bersama penyuluh Kristen semakin menguatkan bahwa kita semua bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ahmadi Ahmad yang menilai kolaborasi ini sebagai teladan.
“Ketika kita turun bersama, masyarakat melihat bahwa KUA hadir sebagai rumah besar bagi semua umat, bukan hanya satu kelompok saja,” katanya.
Sementara itu, Jonatan Togatorop, M.Th menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang harmonis.
“Ini pengalaman yang sangat positif. Kita menunjukkan bahwa perbedaan iman tidak menghalangi kita untuk melayani. Justru dengan kebersamaan, masyarakat merasa lebih dekat dan lebih percaya,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi tinggi dari Kepala KUA Bangun Purba, Dody Azman, S.Ag. Menurutnya, sinergi antara penyuluh lintas agama ini merupakan potret keberhasilan KUA dalam membangun moderasi beragama di tingkat akar rumput.
“Para penyuluh kita hari ini menunjukkan praktik terbaik moderasi beragama. Mereka hadir sebagai sahabat masyarakat, bukan hanya sebagai petugas. Kolaborasi seperti ini akan terus kita dorong agar KUA menjadi pusat harmoni dan pemersatu umat,” jelas Dody Azman.
Ia menambahkan bahwa pendataan umat beragama memiliki peranan strategis dalam penyusunan program pembinaan keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga perencanaan program pemberdayaan masyarakat ke depan.
Sejumlah warga yang ditemui juga menunjukkan respon positif. Mereka merasa senang dan terbantu dengan kehadiran para penyuluh yang datang langsung untuk memberikan penjelasan mengenai layanan keagamaan, kegiatan pembinaan, dan program-program yang dapat mereka ikuti. Pendekatan dialogis ini membuat warga lebih mudah menyampaikan kebutuhan mereka, baik terkait bimbingan agama, konsultasi keluarga, hingga informasi mengenai program pemerintah yang dikelola Kementerian Agama. (MHS/MTZ)