Ketua Wilayah APRI Sumut Harapkan Bazar Ramadan Ajang Sinergitas KUA Mendongkrak Ekonomi Umat
Daerah

Ketua Wilayah APRI Sumut Harapkan Bazar Ramadan Ajang Sinergitas KUA Mendongkrak Ekonomi Umat

  21 Feb 2026 |   43 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Ketua Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumatera Utara yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Medan Denai, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.Ikom, memberikan apresiasi mendalam terhadap Bazar Ramadhan yang diinisiasi oleh Fosil BKM Medan Denai. Kegiatan ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner takjil. Beliau menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum emas yang harus diisi dengan ladang pahala dan kebaikan nyata bagi sesama.

Dalam penyampaiannya, H. Yakhman Hulu menekankan pentingnya sinergitas antara KUA bersama seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjadikan setiap kegiatan umat lebih bermartabat, terutama di bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan. Menurutnya, pelayanan KUA tidak hanya terbatas pada urusan administratif, tetapi juga harus menyentuh aspek muamalah yang memberikan dampak langsung pada kesejahteraan jemaah.

Beliau menjelaskan bahwa menjaga waktu di bulan Ramadan adalah hal yang sangat krusial, karena setiap detik memiliki nilai ibadah yang mahal. Melalui Bazar Ramadhan ini, masyarakat diajak untuk menyibukkan waktu dengan kegiatan produktif dan kebaikan agar tidak terjebak dalam hal-hal yang sia-sia. Pengelolaan waktu yang baik melalui kegiatan ekonomi kreatif ini diharapkan dapat menghindarkan umat dari aktivitas yang melalaikan

Lebih lanjut, H. Yakhman Hulu mengingatkan bahwa kesuksesan muamalah dalam bazar ini juga harus dibarengi dengan kebersihan hati. Para pelaku usaha dan jemaah diharapkan tetap menjaga niat yang tulus dalam setiap amal serta menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dalam bertransaksi. Hati yang bersih dalam menjalankan kegiatan ekonomi akan melahirkan keberkahan dan rasa syukur yang mendalam di bulan suci ini

Aspek lain yang ditekankan adalah pentingnya menjaga lisan selama berinteraksi di lingkungan bazar. Ramadan adalah latihan pengendalian diri, di mana komunikasi antara pedagang dan pembeli harus terhindar dari perkataan buruk atau debat yang tidak bermanfaat. Beliau mengingatkan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa seseorang jika ia tidak mampu meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk dalam kesehariannya

H. Yakhman Hulu menaruh harapan besar agar rekan-rekan Penghulu dan jajaran KUA di seluruh Sumatera Utara dapat terus menggalakkan kegiatan Ramadan yang inovatif. Beliau mendorong adanya penguatan ekonomi umat di setiap wilayah agar masjid dan lembaga keagamaan menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadan sebagai madrasah yang melatih keikhlasan dan pengendalian diri secara holistik.

Inovasi dalam penguatan ekonomi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi langkah perbaikan yang bertahap. Sinergi yang dibangun antara KUA, BKM, dan masyarakat harus mampu mengubah keadaan dari lalai menjadi sadar, serta dari sibuk urusan dunia semata menjadi lebih dekat dengan Allah melalui pengabdian kepada sesama. Upaya ini adalah bagian dari wasiat untuk menjaga nilai hidup agar ibadah diterima dengan sempurna

Sebagai penutup, beliau berharap agar seluruh rangkaian kegiatan ini menjadikan Ramadan tahun ini sebagai titik balik kehidupan yang lebih baik. Semoga Allah memberikan taufik kepada seluruh jajaran KUA dan Penghulu di Sumatera Utara untuk tetap istiqomah dalam mengabdi dan mengamalkan nilai-nilai mulia pasca Ramadan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan umat keluar dari bulan suci ini dalam keadaan yang lebih suci dan kuat secara ekonomi maupun spiritual.

Bagikan Artikel Ini

Infografis