Daerah
Ketua dan Jajaran PC APRI Asahan Hadiri Upacara Puncak dan Resepsi Hari Santri 2025 Kemenag Asahan
22 Oct 2025 | 188 | Penulis : Humas Cabang APRI Asahan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kisaran, (Humas). Ketua Pengurus Cabang (PC) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Asahan, Junaidi, S.Ag, MM, hadir dalam rangkaian acara puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 yang digelar lapangan alun-alun Kabupaten Asahan, Kisaran Rabu (22/10).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan upacara bendera di Alun-alun Kab. Asahan. Upacara diikuti oleh segenap perwakilan dari pondok pesantren, majelis taklim, organisasi keagamaan, serta siswa-siswi dari berbagai sekolah di lingkungan Asahan. Bertindak sebagai pembina upacara, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si dalam amanatnya menegaskan peran strategis santri sebagai garda terdepan dalam membangun karakter bangsa dan moderasi beragama.
"Spirit Hari Santri yang mengingatkan kita pada Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy'ary harus terus kita kobarkan. Bukan untuk berperang, tetapi untuk gigih melawan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya di hadapan peserta upacara.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan resepsi syukuran Hari Santri di aula kantor Kementerian Agama Kab. Asahan yang sama. Pada sesi ini, Junaidi,S.Ag,MM hadir sebagai duduk berdampingan dengan pimpinan ormas Islam lainnya, tokoh masyarakat, dan para pengasuh pesantren.
Dalam sambutannya Ka. Kankemenag Kab. Asahan, Abdul Manan, MA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para undangan atas kehadirannya acara yang penuh makna ini. Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pihaknya selaku wadah bagi pondok pesantren dengan pemerintah.
"Keberadaan pesantren di Asahan adalah kekuatan nyata yang tidak terbantahkan. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kemenag dan Pemerintah Daerah dalam memajukan pendidikan pesantren yang berkualitas, mencetak santri yang tidak hanya alim dalam agama tetapi juga terampil dan siap bersaing di era global," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di kalangan umat Islam, khususnya di bumi pesantren.
Acara resepsi diwarnai dengan penampilan kreasi seni Islami dari santri-santri setempat, mulai dari tilawah Al-Qur'an, qasidah rebana, hingga drama kolosal yang mengisahkan perjuangan para ulama. Suasana semakin meriah dengan pembacaan puisi dan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan santapan bersama, mencerminkan semangat kebersamaan dan ukhuwah islamiyah yang menjadi inti dari peringatan Hari Santri Nasional. (MHS/THS)