Kepala KUA Sinehu Buka Festival Barzanji dan Marhaban Tingkat Kecamatan
Daerah

Kepala KUA Sinehu Buka Festival Barzanji dan Marhaban Tingkat Kecamatan

  09 Mar 2026 |   9 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sinehu (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siempat Nempu Hulu (Sinehu) secara resmi membuka gelaran Festival Barzanji dan Marhaban tingkat Majelis Taklim Ibu-ibu se-Kecamatan Sinehu, Senin (9/3). Kegiatan syiar Islam ini terselenggara berkat kerja sama sinergi antara KUA Sinehu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dairi.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Sinehu, Tuppak Padang, S.Ag., menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perlombaan suara merdu, melainkan upaya nyata dalam melestarikan tradisi local wisdom Islam nusantara. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam syair Barzanji dapat diresapi oleh para jamaah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pihak panitia mencatat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat, terlihat dari kehadiran puluhan grup Majelis Taklim yang datang dari berbagai desa di wilayah Sinehu. Para peserta tampil dengan busana muslimah yang seragam, membawa semangat kompetisi yang sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-sesama jamaah.

Perwakilan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dairi yang hadir dalam pembukaan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, keterlibatan NU dalam acara ini adalah bagian dari tanggung jawab organisasi untuk membina mental dan spiritual ibu-ibu sebagai pilar pendidikan di keluarga.

Festival ini memfokuskan penilaian pada beberapa kriteria utama, yakni kefasihan pelafalan (makhraj), ketepatan nada (lagu), serta kekompakan tim dalam membawakan selawat marhaban. Dewan juri yang dihadirkan pun merupakan para pakar di bidang seni religius dan sastra Arab dari lingkungan Kabupaten Dairi.

"Kami ingin memastikan bahwa tradisi membaca Barzanji tetap hidup di tengah gempuran modernitas. Ibu-ibu Majelis Taklim adalah garda terdepan yang bisa mewariskan tradisi ini kepada generasi muda di rumah masing-masing," ujar salah satu pengurus NU di sela-sela acara.

Selain trofi dan uang pembinaan, pemenang dalam festival ini direncanakan akan mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam acara-acara besar di tingkat kabupaten. Hal ini dilakukan sebagai bentuk motivasi agar para ibu-ibu semakin giat berlatih dan memperdalam pemahaman agama melalui seni suara islami.

Kondisi aula tempat berlangsungnya acara tampak khidmat saat lantunan selawat mulai menggema. Suasana haru dan religius menyelimuti lokasi, membuktikan bahwa seni marhaban memiliki daya tarik spiritual yang kuat bagi masyarakat lokal di Sinehu.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi wilayah Kabupaten Dairi. Dengan dibukanya festival ini, diharapkan syiar Islam di Kecamatan Sinehu semakin menggeliat dan mampu menciptakan kerukunan umat yang lebih solid di masa depan.(RFS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis