Kepala KUA Salapian ikuti Focus Group Discussion Penelitian BOPTN 2026
Daerah

Kepala KUA Salapian ikuti Focus Group Discussion Penelitian BOPTN 2026

  16 Jul 2026 |   6 |   Penulis : Humas Cabang APRI Langkat |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Salapian (Humas), Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir, S. Sos. I, S. Pd. I. MM mengikuti seminar penelitian Analisis Komunikasi Digital dengan pendekatan ABCD dalam Penguatan Moderasi Beragama Tokoh Agama di Kabupaten Karo dan Langkat, di gedung FKUB Langkat, Selasa 13 juli 2026. Kurnia yang juga sekretaris FKUB Langkat ini menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut diundang sebagai peserta tokoh lintas agama yang tergabung dalam pengurus FKUB Langkat dan sekretaris MUI Kabupaten Langkat untuk berkontribusi memberikan kritik saran dan masukan serta berdiskusi  untuk keberhasilan penelitian tersebut,  dengan mengisi kuisioner sebanyak 15 poin item  yang telah disiapkan peneliti. 

Intinya bagaimana peran tokoh agama agar mampu membangun komunikasi Digital, mendayagunakan asset komunitas dalam memanfaatkan komunikasi digital dalam penguatan Moderasi Beragama kepada masyarakat dalam jangkauan yang luas dan efektif yang bertbasis digitalisasi melalui peran tokoh agama dan komunitas keagamaan. Hal ini tentunya sangat sinergi dengan Asta Protas Kementerian Agama RI yaitu meningkatkan Kerukunan dan cinta kemanusiaan yang terus disosialisasikan ditengah masyarakat salah satunya dengan penguatan Moderasi Beragama yang terus gencar dan masif dilakukan ujar Kurnia. 

Sementara itu Dr. Indira Fatra Deni P, MA sebagai peneliti berharap masukan kritikan dan saran dari para tokoh lintas agama agar penelitian yang sedang dilaksanakan dapat sukses dan berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan dan menjadi kontribusi bermanfaat dalam membangun bangsa dan negara. Salah satu tujuan penelitiannya adalah pendayaguna manfaatan komunikasi digital tokloh agama maupun komunitas dan lembaga keagamaan dalam penguatan moderasi beragama sehingga kerukunan antar umat beragama terjalin dengan baik, pemahaman dan pengamalan ibadah agama baik dan benar dengan semangat toleransi dan dapat mewaspadai bahaya ujaran kebencian,  Radikalisme dan terorisme ditengah masyarakat khususnya bagi generasi muda bangsa Indonesia guna menyiapkan. Generasi Emas 2045.

Indira menjelaskan bahwa Penelitian BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) adalah program pendanaan riset dari pemerintah melalui APBN yang dialokasikan khusus untuk dosen dan peneliti di lingkungan PTN. Dana ini wajib digunakan untuk mendukung Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan publikasi ilmiah nasional, katanya menutup paparan materi penelitiannya..

Hadir pada kegiatan FGD tersebut 15 orang peserta terdiri dari ketua FKUB Langkat Muhammad Ishak, S. Ag, M. Pd, sekretaris MUI Langkat Dr. H. Farhan Indra, MA, tokoh lintas agama dan penyuluh agama yang diundang.

Bagikan Artikel Ini

Infografis