Kepala KUA Pantai Labu Hadiri Kegiatan Revitalisasi BKM Kabupaten Deli Serdang
18 Nov 2025 | 48 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pantai Labu, (Humas). Kepala KUA Pantai Labu turut menghadiri kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kabupaten Deli Serdang dengan mengusung tema “Masjid Sebagai Pusat Kesejahteraan dan Pemberdayaan Umat.” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, (18/11) bertempat di Thong’s Hotel Kualanamu.
Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat kemajuan umat. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Mulia Banurea, S.Ag., M.Si., serta Dr. H. Chairudin Siregar, M.Pd., selaku narasumber, memberi penguatan substansi pada pelaksanaan program ini.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas pengurus BKM Kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang dan pengurus organisasi masyarakat Islam. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola masjid agar lebih profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan umat. Selain itu, forum ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi seluruh peserta untuk memahami kembali peran masjid dalam konteks sosial, spiritual, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang bekerja sama dengan Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten Deli Serdang. Melalui agenda revitalisasi ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola masjid di seluruh wilayah Deli Serdang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa masjid memiliki peran signifikan dalam isu kontemporer umat Islam. Saripuddin Daulay menyatakan, “Masjid dalam isu kontemporer tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun masjid harus mampu menghadirkan kesejahteraan dan memberdayakan umat.”
Beliau menambahkan bahwa penguatan ekonomi umat menjadi bagian penting dari perkembangan peran masjid di era modern. Saripuddin Daulay juga menekankan bahwa ketika masjid hadir sebagai pusat kesejahteraan, kekuatan umat tidak hanya bertumpu pada ibadah ritual, tetapi juga pada kemandirian ekonomi. Hal tersebut menjadi pondasi penting dalam menopang keberlangsungan ibadah dan kehidupan sosial masyarakat. Peran masjid yang holistik diharapkan mampu memberi dampak positif bagi kemajuan umat di berbagai sektor.
Selanjutnya Kakan Kemenag Deli Serdang menegaskan bahwa revitalisasi BKM merupakan upaya penting untuk memperkuat kembali fungsi dan tugas kemasjidan di tengah kehidupan umat Islam. Kakan menyatakan, “Masjid merupakan pusat aktivitas umat Islam, tempat ibadah, pusat pembinaan, dan wadah pemberdayaan, namun keberadaannya belum sepenuhnya menunjukkan kualitas pengelolaan yang kita harapkan.”
Beliau mengapresiasi Seksi Bimas Islam yang telah menggagas kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan masjid di era modern. Kakan menambahkan bahwa penguatan manajemen masjid harus dilakukan secara integral dan terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan lintas agama karena masjid juga memiliki relasi sosial dengan umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu dalam konteks kerukunan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas masjid harus dibarengi kerja keras, koordinasi, dan kesadaran kolektif untuk menghadirkan masjid yang berdaya dan memberdayakan.
Kemudian Kakan menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan pengurus BKM mengenai manajemen organisasi dan administrasi masjid yang efektif dan transparan. Dalam penyampaiannya, Kakan mengatakan, “Kita ingin para pengurus BKM memahami peran strategis masjid sebagai pusat sosial dan keagamaan serta mampu menerapkan sistem pengelolaan yang profesional dan terpercaya.”
Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM pengurus masjid menjadi salah satu agenda penting karena rumah ibadah harus dikelola oleh sumber daya manusia yang memahami tata kelola modern namun tetap menjunjung nilai keagamaan. Kakan turut menekankan perlunya pembahasan isu-isu strategis, seperti pemberdayaan ekonomi umat dan pengembangan program lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari pembenahan struktur BKM sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.
Sebagai penutup Kakan berharap kegiatan revitalisasi ini dapat melahirkan gagasan, rumusan pemikiran, dan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata di seluruh kecamatan dan desa. Beliau menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan hanya forum diskusi tetapi juga wadah perumusan kebijakan lokal yang dapat memperkuat kualitas layanan kemasjidan. Kakan juga mengingatkan bahwa BKM harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas yang menjadi fondasi utamanya. Ia menegaskan pentingnya kesinambungan program agar setiap masjid memiliki standar tata kelola yang seragam dan sesuai amanah regulasi. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan realisasi nyata dari Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam aspek penguatan kelembagaan keagamaan, peningkatan pelayanan umat, dan fasilitasi rumah ibadah secara berkelanjutan.
Amru Hasibuan, S. HI selaku Kepala KUA Pantai Labu memberikan pandangannya terkait agenda revitalisasi tersebut. Ia menyampaikan, “Dimensi spiritualitas muslim dibangun melalui masjid, karena itu, untuk membangun dimensi kekuatan ekonomi muslim sudah saatnya diawali dari masjid.” Menurutnya, diperlukan kerja besar dan sinergi antara pemerintah, Badan Kesejahteraan Masjid, serta masyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat aktivitas umat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi silaturahmi dan diskusi antara pegawai Kementerian Agama dan Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten Deli Serdang. Para peserta membahas langkah-langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan dan pemberdayaan umat ke depan. Harapannya, hasil diskusi tersebut dapat menjadi tindak lanjut nyata dalam mengoptimalkan peran masjid sebagai pilar pembangunan masyarakat.