Kepala KUA Mandau Saim Ajak IPMBS Jaga Tali Persaudaraan di Era Digital dalam Buka Bersama di Cafe Stories
Daerah

Kepala KUA Mandau Saim Ajak IPMBS Jaga Tali Persaudaraan di Era Digital dalam Buka Bersama di Cafe Stories

  09 Mar 2026 |   9 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Bengkalis (Humas)  Suasana hangat dan penuh keceriaan menghiasi Cafe Stories yang berlokasi di Jalan Desa Harapan Kecamatan Mandau, Sabtu malam (07/03/2026) menjadi tuan rumah acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Ikatan Persatuan Masyarakat Bengkalis Sekitar (IPMBS), dengan menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Saim, sebagai narasumber utama untuk memberikan tausiyah khusus tentang pentingnya silaturrahmi di era modern saat ini. 

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 60 anggota dan keluarga IPMBS mulai berjalan pada pukul 17.30 WIB, dengan sesi pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Umum IPMBS, Ali Rosmandi. Dalam sambutannya, Ali Rosmandi menjelaskan bahwa kegiatan buka bersama tahun ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota, tetapi juga sebagai wadah untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang menjadi dasar persatuan masyarakat Bengkalis yang tinggal dan berkarya di sekitar wilayah Mandau. 

"Kita sebagai masyarakat yang berasal dari tanah Bengkalis namun kini berdiam dan berkontribusi di berbagai sektor di Mandau, merasa perlu untuk selalu menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin sejak lama. Buka bersama ini adalah bentuk nyata dari upaya kita untuk merawat hubungan tersebut, dan kita sangat berbahagia dapat menghadirkan Bapak Saim sebagai tamu kehormatan kita hari ini," ucap Ali sambil menyambut hangat kedatangan Kepala KUA Mandau.

Dalam paparannya yang penuh makna dan relevan dengan kondisi zaman sekarang, Saim menekankan bahwa "Silaturrahmi bukan hanya sekadar bertemu dan saling menyapa, melainkan sebuah kewajiban yang memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT. Di masa sekarang ini, kita seringkali merasa sudah terhubung dengan banyak orang melalui media sosial, namun terkadang kita bahkan tidak mengenal nama tetangga yang tinggal di rumah sebelah. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama bagaimana merawat tali silaturrahmi dalam bentuk yang sesungguhnya, bukan hanya sebatas 'like' atau 'komentar' di platform daring," jelas Saim dengan nada yang tegas namun penuh kasih sayang. 

Kepala KUA yang telah menjabat di wilayah Mandau selama 3 tahun ini juga menjelaskan bahwa silaturrahmi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat, terutama di tengah keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Menurutnya, melalui silaturrahmi yang baik, berbagai konflik dan kesalahpahaman dapat dihindari, serta rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain dapat terus tumbuh dan berkembang. 

"Seperti yang kita lihat, wilayah Mandau adalah rumah bagi berbagai kalangan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Persatuan dan kesatuan kita tidak akan terjaga jika kita tidak mau saling berkomunikasi, berbagi, dan merawat hubungan baik satu sama lain. Silaturrahmi adalah pondasi yang kokoh untuk membangun masyarakat yang damai, makmur, dan sejahtera," tambahnya,

Setelah sesi tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi cerita dan foto bersama. Para anggota IPMBS juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala KUA Mandau Saim atas kehadiran dan materi yang sangat berharga yang telah disampaikan.  

Sebelum pulang, Kepala KUA Mandau Saim juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk lebih memperhatikan pentingnya silaturrahmi dalam kehidupan bermasyarakat. I

 

 

Malam ke-19 Ramadhan, Muhammad Idris Sampaikan Tausiah ”Membangun Rumah Tangga SAMAWA”.

083825724721

Pekanbaru (Humas), Pada malam ke-19 Ramadhan 1447 H,  di masjid Al-Hijrah Jl. Srikandi Kelurahan Delima Kecamatan Binawidya, Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I sampaikan materi tentang “ Membangun Rumah Tangga Yang SAMAWA”. Senin  (09/03/2026).

Mengawali tausiahnya ustadz terangkan pengertian judul, kata Samawa yang merupakan singkatan dari Sakinah, Mawaddah Warohmah. “setiap orang yang berkeluarga sudah pasti menginginkan rumah tangganya bahagia. Ujar Idris

Untuk membagnun rumah tangga yang bahagia itu diawali dengan pencarian pasangan (jodoh) yang banar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits nabi SAW “ Dinikahi wanita itu karena empat sebab, karena hartanya, karena cantik, karena keturunannya dan karena agamanya.

Setidaknya ada 3 yang dapat mempengaruhi dalam membangun kebagiaan sebuah rumah tangga, Pertama Perwinan yang resmi (tercatat), Terkait dengan ini Dirjen Bimas Islam telah menghimbau dengan SE No. 6 / 2026 Tentang Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah. Ungkap ustad yang keseharian bekerja sebagai Penghulu di KUA Kecamatan Payung Sekaki.

Kedua : Keluarganya ; Ayah sebagai muttaqina imama, isteri dan anak menjadi Qurrota a’yun (yang menyenangkan). Ketiga : Rezekinya tidak jauh dari tempat tinggalnya, kalau tinggalnya di Pekanbaru rezekinya (kerjanya) di Medan maka akan sulit bahagia karena terpisah, Ungkap Ustadz.

Terkait dengan tipe rumah tangga  (Pasangan jhidup) setidaknya ada empat yang diceritakan dalam al-Qur’an.; suami baik istrei tidak (Nabi Nuh), Isteri baik suami tidak (Asiyah dan Fir’un), Suami baik isteri baik (Nabi Ibrahim ) dan Suami dan isteri tidak baik (Abu Lahab) dari empat tipe ini hanya pasangan yang baik saja yang mendapatkan keturuinan yang pula. Tutup ustadz.

Mengakhiri tausiahnya ustadz Muhammad Idris memberikan pertanyaan kepada anak-anak yang mencacat. Usai tausiah acara ditutup oleh protokol Ainun, kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaa’h yang diimani oleh ustadz Dayat dan bilal oleh ustadz Rahmat. (humas).

Bagikan Artikel Ini

Infografis