Kepala KUA Curup Tengah: Penyuluh Agama Islam Harus Kreatif dan Inovatif
Daerah

Kepala KUA Curup Tengah: Penyuluh Agama Islam Harus Kreatif dan Inovatif

  21 Jul 2025 |   132 |   Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong |   Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu

Rejang Lebong (Humas) ---- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I., M.H.I., menegaskan bahwa penyuluh agama Islam perlu semakin kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak revitalisasi layanan keagamaan di masyarakat.
Bulkis menyampaikan bahwa penyuluh agama saat ini tidak cukup hanya menyampaikan dakwah konvensional; mereka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama era digital dan perubahan sosial yang semakin cepat. Menurutnya, inovasi merupakan elemen penting dalam revitalisasi KUA agar mampu memberikan layanan yang kredibel, transparan, dan relevan bagi masyarakat.(17/7/2025)
Beberapa bentuk inovasi yang telah dilaksanakan dan dikembangkan KUA Curup Tengah antara lain:
Pertama, Program “Seven in One”, diluncurkan pada 2 Juli 2025, memungkinkan pasangan pengantin baru memperoleh tujuh dokumen kependudukan sekaligus tanpa harus ke berbagai kantor.
Kedua, Kalibrasi arah kiblat digital dan manual di masjid/musala, dimana sebanyak 13 tempat ibadah telah diperiksa dan ditemukan 3 lokasi yang perlu penyesuaian arah.
Ketiga, Program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, khususnya untuk lansia, melalui pelatihan di TPQ, MDTA, dan Majelis Ta’lim bekerja sama dengan BKMT.
Keempat, Penyuluhan Pencegahan pernikahan dini, bahaya judi online, dan pembekalan calon pengantin melalui Bimwin yang melibatkan BKKBN, puskesmas, dan pemerintah daerah.
Bulkis menunjukkan keseriusan KUA Curup Tengah dalam menjadikan penyuluh agama sebagai garda depan pelayanan publik keagamaan. Meski beberapa program terhambat karena keterbatasan anggaran, berbagai inisiatif sudah menunjukkan hasil nyata di lapangan, seperti pengurusan dokumen menikah yang lebih cepat, dan peningkatan kualitas ibadah melalui kalibrasi kiblat yang akurat. Dan kedepannya para penyuluh agama bisa aktif menciptakan model dakwah yang kreatif, baik melalui pengajian di alam terbuka (tadabbur alam), konten digital edukatif, maupun program penguatan masyarakat yang inklusif dan informatif. Inisiatif ini penting agar pesan agama tetap relevan bagi generasi muda dan masyarakat luas di era kini.
Tags:

Bagikan Artikel Ini

Infografis