Ka. KUA Pancur Batu Tindak Lanjuti Amanah Wamenag RI, Optimalkan Layanan Posko Masjid Ramah Pemudik
31 Mar 2026 | 6 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pancur Batu (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, bergerak cepat menindaklanjuti amanah Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, terkait optimalisasi pelayanan keagamaan bagi masyarakat dalam momentum arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Amanah tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Agama pada hari Jumat, 27 Maret 2026, sebagai bagian dari penguatan peran masjid dalam memberikan layanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik. Menindaklanjuti arahan tersebut, KUA Pancur Batu langsung melakukan langkah konkret pada hari Selasa, 31 Maret 2026, dengan mengoptimalkan Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid Nur Syakirin.
Dalam keterangannya, H. Ilyas menegaskan bahwa KUA sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama di tingkat kecamatan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan dan arahan pimpinan dapat diimplementasikan secara cepat, tepat, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Begitu amanah ini disampaikan pada tanggal 27 Maret, kami langsung berkoordinasi dengan pengurus masjid dan pihak terkait. Alhamdulillah, pada tanggal 31 Maret ini kami sudah dapat mengoptimalkan layanan Posko Masjid Ramah Pemudik sebagai bentuk nyata tindak lanjut arahan Bapak Wakil Menteri Agama,” ungkapnya.
Posko Masjid Ramah Pemudik yang berada di Masjid Nur Syakirin disiapkan sebagai tempat singgah yang nyaman dan representatif bagi para pemudik. Berbagai fasilitas telah dihadirkan, di antaranya ruang istirahat, air minum gratis, toilet bersih, tempat ibadah yang nyaman, serta layanan informasi dan bantuan ringan.
Tidak hanya itu, KUA Pancur Batu juga memastikan bahwa pelayanan yang diberikan mengedepankan prinsip ramah, cepat, dan humanis, sehingga para pemudik dapat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan keagamaan yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.
Kegiatan ini turut melibatkan sinergi antara KUA, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta masyarakat sekitar yang secara bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan masjid. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi dan penguatan moderasi beragama yang terus digaungkan oleh Kementerian Agama.
H. Ilyas juga menambahkan bahwa program Masjid Ramah Pemudik memiliki nilai strategis dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial kemasyarakatan.
“Masjid harus menjadi tempat yang dirindukan oleh umat. Dengan adanya posko ini, kita ingin menghadirkan suasana masjid yang nyaman, aman, dan memberikan ketenangan, baik secara fisik maupun spiritual,” tambahnya.
Lebih lanjut, program ini juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan lancar, serta menjadi bagian dari kontribusi Kementerian Agama dalam pelayanan publik lintas sektor.
Melalui langkah cepat ini, KUA Pancur Batu menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima, sebagaimana pedoman yang ditetapkan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Dengan optimalisasi Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid Nur Syakirin, diharapkan para pemudik dapat merasakan manfaat nyata, sekaligus memperkuat citra positif Kementerian Agama sebagai institusi yang hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati.