Daerah
Ka. KUA Pancur Batu Dampingi Kakan Kemenag Deli Serdang pada Implementasi Ekoteologi
10 Dec 2025 | 19 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Deli Serdang, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pancur Batu H. Ilyas, M.A mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang dalam kegiatan implementasi Ekoteologi yang dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Paulus II. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan sinergi lintas agama dan pelestarian lingkungan hidup, Rabu (10/12).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd, para pastor Paroki Santo Yohanes Paulus II, serta jajaran lintas sektor yang berkomitmen pada gerakan ekologis. Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan menunjukkan kuatnya kemitraan antaragama dalam menjaga lingkungan.
Dalam sambutannya, Saripuddin Daulay menyampaikan bahwa implementasi Ekoteologi merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh umat beragama terhadap keberlanjutan bumi. Ia menegaskan bahwa kegiatan di gereja ini adalah bagian nyata dari Moderasi Beragama, di mana seluruh pemeluk agama sama-sama berperan aktif dalam merawat alam. “Ini adalah bukti bahwa keberagamaan harus melahirkan kepedulian. Dengan melestarikan lingkungan, kita mewujudkan ajaran agama yang membawa kedamaian bagi seluruh kehidupan,” ujar Saripuddin.
Beliau juga menekankan bahwa gerakan Ekoteologi yang digaungkan Kementerian Agama merupakan implementasi dari Asta Protas yang digagas Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, khususnya pada pilar Pelestarian Lingkungan Berbasis Nilai Keagamaan, Penguatan Moderasi Beragama, dan Layanan Keagamaan Berdampak. Menurutnya, rumah ibadah menjadi ruang penting dalam mengedukasi umat agar menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.
Kegiatan implementasi Ekoteologi di Paroki Santo Yohanes Paulus II dimulai dengan pemaparan makna Ekoteologi dalam tradisi Katolik, dilanjutkan peninjauan area hijau gereja dan gerakan perawatan tanaman. Para pastor menyampaikan komitmen gereja untuk meningkatkan edukasi lingkungan kepada umat dan memperluas program penghijauan di wilayah pelayanan mereka.
Pada kesempatan tersebut, Ka. KUA Pancur Batu, H. Ilyas, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas KUA dalam memperkuat sinergi lintas iman. Ia menegaskan bahwa penguatan Ekoteologi selaras dengan visi Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sosial dan ekologis. “Gerakan cinta lingkungan harus menjadi budaya bersama. Ketika rumah ibadah bersatu merawat bumi, maka kita sedang menciptakan masa depan yang damai dan berkelanjutan bagi generasi berikutnya,” jelas Ilyas.
Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara Kemenag, KUA, pemuka agama, dan rumah ibadah merupakan langkah penting dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju, serta responsif terhadap persoalan lingkungan. Menurutnya, Ekoteologi harus terus dihidupkan melalui aksi nyata, kampanye edukatif, dan kerja sama lintas agama demi menjaga keberlanjutan bumi.
Kegiatan diakhiri dengan dialog antarpeserta mengenai rencana tindak lanjut pelestarian lingkungan berbasis rumah ibadah, termasuk penambahan ruang hijau, pengelolaan sampah, dan kampanye ekologis untuk umat. Seluruh peserta menyetujui pentingnya memperluas gerakan ini ke kecamatan dan wilayah pelayanan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Deli Serdang bersama KUA Pancur Batu dan Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Paulus II menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan nilai keberagamaan yang ramah lingkungan. Implementasi Ekoteologi menjadi bukti bahwa kerja sama lintas agama dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga bumi dan memperkuat harmoni sosial.