Ka. KUA Pancur Batu Dampingi Kakan Kemenag dalam Ziarah Moderasi Beragama
Daerah

Ka. KUA Pancur Batu Dampingi Kakan Kemenag dalam Ziarah Moderasi Beragama

  10 Dec 2025 |   29 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Deli Serdang, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang dalam kegiatan ziarah dan penelusuran sejarah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Paulus II. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan moderasi beragama dan harmoni lintas iman di wilayah Deli Serdang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si, serta para pastor yang melayani umat di paroki tersebut. Kehadiran jajaran Kemenag disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh para pelayan gereja.


Dalam perjalanannya menyusuri area gereja, para pastor menjelaskan sejarah berdirinya paroki dan proses kedatangan Paus Santo Yohanes Paulus II ke lokasi tersebut. Penjelasan tersebut menggambarkan perjalanan panjang komunitas Katolik dalam membangun pusat pelayanan rohani yang kini menjadi salah satu destinasi wisata religi di Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, terdapat tiga titik ziarah yang menarik perhatian Ka. KUA Pancur Batu dan Kepala Kemenag Deli Serdang. Ketiga titik tersebut adalah lukisan Paus Yohanes Paulus II, patung Paus Yohanes Paulus II, dan taman doa Goa Maria yang menjadi ruang hening bagi umat untuk menenangkan diri dan memperdalam spiritualitas mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Saripuddin Daulay menyampaikan bahwa kunjungan seperti ini merupakan wujud nyata penguatan Moderasi Beragama, salah satu pilar utama dalam Asta Protas Kementerian Agama yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Beliau menegaskan bahwa moderasi beragama harus diwujudkan melalui ruang-ruang perjumpaan yang harmonis antara pemuka agama, lembaga keagamaan, dan masyarakat lintas iman.

“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan terhadap keberagaman. Ketika kita hadir di rumah ibadah umat lain, kita sedang menguatkan semangat rukun, saling memahami, dan membangun sinergi kebangsaan,” ujar Saripuddin. Menurutnya, perjumpaan lintas iman menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan serta memastikan bahwa kehidupan beragama di Deli Serdang berjalan damai dan saling mendukung.

Ka. KUA Pancur Batu, H. Ilyas, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai kekayaan tradisi keagamaan umat Katolik dan nilai-nilai spiritualitas yang terbangun di dalamnya. Ia menilai bahwa pengalaman tersebut semakin memperkuat tekad KUA untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, ramah, dan berorientasi pada harmoni sosial. “Mengunjungi paroki ini mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun oleh banyak tradisi religi. Kita harus hadir sebagai saudara, bukan sekadar tamu,” jelasnya.

Para pastor yang mendampingi ziarah turut memberikan penjelasan mengenai makna simbolik lukisan, patung Paus Yohanes Paulus II, serta fungsi Goa Maria bagi kegiatan devosi umat. Mereka mengapresiasi kehadiran jajaran Kemenag dan melihatnya sebagai langkah penting dalam menjaga keharmonisan relasi antaragama di tingkat lokal.

Ziarah ini diakhiri dengan sesi dialog singkat antara Kemenag dan pihak gereja terkait peluang kerja sama dalam program moderasi beragama dan kegiatan sosial lintas iman. Seluruh peserta sepakat bahwa ruang kolaborasi ke depan harus semakin diperluas demi memperkuat toleransi dan memperindah wajah keberagamaan di Deli Serdang.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Deli Serdang bersama KUA Pancur Batu menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pelayanan publik yang sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama, menjaga kerukunan, dan memperkuat relasi antarumat beragama demi terciptanya masyarakat yang damai dan sinergis.

Bagikan Artikel Ini

Infografis