Hadiri Lokmin di Puskesmas Rakit 1, KUA Rakit Perkuat Sinergi Pembangunan Kesehatan Masyarakat
31 Jul 2025 | 70 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektoral, Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit turut serta dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) di Puskesmas Rakit 1 pada Rabu (30/7). , Fatma Kurnianingsih Penyuluh Agama Islam hadir sebagai wujud nyata dukungan mewakili KUA Rakit bagi upaya kolektif dalam pembangunan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Lokmin yang diselenggarakan oleh Puskesmas Rakit 1 ini menjadi forum penting bagi berbagai pihak untuk berkoordinasi dan menyusun rencana aksi demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Fatma Kurnianingsih, dengan perannya sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari KUA Rakit, membawa perspektif keagamaan dan moral dalam diskusi, menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan sosial dalam mendukung program-program kesehatan.
“Peran agama sangat vital dalam membentuk karakter masyarakat yang peduli kesehatan,” ujar Fatma. “Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi motor penggerak bagi perilaku hidup sehat dan bersih.” tambahnya.
Partisipasi KUA Rakit ini menyoroti bagaimana dimensi agama dapat berintegrasi dengan program-program kesehatan publik, memperluas jangkauan dan efektivitas upaya-upaya promotif dan preventif di masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci,” tambah Fatma. “Dengan bersinergi, kita bisa mencapai dampak yang lebih besar dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaannya, Fatma Kurnianingsih menunjukkan komitmen KUA Rakit untuk tidak hanya berfokus pada urusan keagamaan semata, tetapi juga aktif terlibat dalam isu-isu sosial yang lebih luas, termasuk kesehatan. Sinergi antara lembaga keagamaan dan sektor kesehatan ini diharapkan dapat menciptakan pendekatan yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan kesehatan di masyarakat, mulai dari penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat hingga dukungan moral bagi program imunisasi atau penanganan penyakit. Kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam membangun fondasi komunitas yang kuat dan tangguh, demi tercapainya tujuan bersama untuk kesehatan dan kesejahteraan. (ars/azd)