Gelar Safari Ramadhan, KUA Hamparan Perak Gaungkan Optimalisasi Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Daerah

Gelar Safari Ramadhan, KUA Hamparan Perak Gaungkan Optimalisasi Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

  13 Mar 2026 |   6 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Hamparan Perak(Humas) - Dalam rangka istiqomah lebih menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hamparan Perak terus mengoptimalkan dalam kegiatan safari ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas lingkungan IV karang luas Bulu cina.(12/03). 
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang digagas oleh kantor Urusan Agama (KUA ) Hamparan Perak selama bulan Ramadhan.

Kegiatan safari sesi ke-3 ini diikuti oleh Staf KUA Hamparan Perak, penyuluh agama, penghulu, Muslimah NU. Muslimah Al-Whasliyah, Fahmi Ummy, Aisyah Muhammadiyah, DMI, Kepala Desa, , BKM Masjid Al-Ikhlas, dan Ramiyadijamaah Masjid Al-Ikhlas. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan. 

Kepala desa Bulu cina Ramiyadi menyampaikan kata sambutnya, puji syukur karena kita telah menginjakkan kaki di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang penuh berkah. Saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim safari Ramadhan Kua Hamparan Perak dan Ormas Islam seluruhnya serta warga yang tetap istiqomah memakmurkan masjid. Mari kita jadikan hari-hari terakhir ini sebagai momentum perubahan hidup menjadi lebih baik. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan berarti. 

Kepala KUA Hamparan Perak Imam Syafii, S.H.I, Kata sambutan sekaligus Penceramah menyampaikan bahwa Tidak terasa, kita telah berada di penghujung bulan suci. 20 hari telah berlalu, dan kini kita memasuki fase yang paling krusial, yaitu 10 hari terakhir Ramadhan.
Apabila masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Nabi SAW mengencangkan sarung (meningkatkan ibadah), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa makna "
Ini adalah metafora yang luar biasa. Maknanya, Nabi SAW menjauhkan diri dari kesenangan duniawi sementara waktu, fokus untuk itikaf, memperbanyak salat, tadarus Al-Qur'an, dan berzikir. Beliau tidak lagi santai, melainkan "gas pol" karena tahu waktu berharga ini akan segera pergi. Mari kita jadikan 10 hari terakhir ini sebagai puncak pembuktian cinta kita kepada Allah. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yang melewatkan Ramadhan begitu saja tanpa ampunan.

Tausyiah Agama Irwasyah M.A dengan menekankan Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan ibadah wajib yang menjadi penyempurna puasa.

Rasulullah SAW bersabda, "Zakat fitri sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin".

Selama 20 hari lebih berpuasa, mungkin ada lisan yang kurang terjaga, mata yang kurang tertunduk, atau hati yang kurang ikhlas. Zakat fitrah hadir untuk menambal kekurangan-kekurangan tersebut, menyucikan jiwa, dan membersihkan harta kita.

Mengeluarkan zakat fitrah di 10 hari terakhir, khususnya sebelum shalat Idul Fitri, adalah momen terbaik. Ini menunjukkan kompas ketaatan kita. 
Mari kita jadikan 10 hari terakhir ini sebagai momentum untuk kembali ke fitrah. Sucikan jiwa dengan puasa dan tarawih, sucikan diri dan harta dengan zakat fitrah. 

Dalam sesi terakhir kepala KUA Hamparan Perak Imam Syafii menyerah dana zakat dari (UPZ ) Kemenag Deliserdang kepada 25 orang. 

Doa oleh MUI Hamparan Perak Juaini M. A bermohon Optimalisasi 10 hari terakhir Ramadan tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah pribadi, namun juga mempererat persaudaraan umat. Dan jadikan ya Allah ramadhan terakhir ini, lebih mendekatkan diri kepada-Allah dalam bingkai kebersamaan Ukhuwa Islamiyah.

Bagikan Artikel Ini

Infografis