Gandeng Camat, KUA Pancur Batu Siapkan BKM Sambut Rashdul Qiblat
15 Jul 2026 | 0 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Deli Serdang (Humas). Upaya menghadirkan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan keagamaan terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kecamatan Pancur Batu, KUA menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan Rashdul Qiblat kepada seluruh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Pancur Batu di Aula Kantor Camat Pancur Batu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala KUA Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A., bersama Camat Pancur Batu sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas kepada masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis agar seluruh pengurus masjid memahami pentingnya pelaksanaan Rashdul Qiblat sekaligus mampu mempraktikkannya secara mandiri di masjid masing-masing.
Rashdul Qiblat merupakan fenomena astronomi ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mengecek maupun meluruskan arah kiblat secara akurat. Fenomena ini menjadi momentum yang sangat penting karena hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya.
Dalam sambutannya, Ilyas mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang profesional, ilmiah, dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, arah kiblat merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah salat sehingga perlu dipastikan ketepatannya.
Ia menjelaskan bahwa masih terdapat sebagian masjid maupun musala yang belum pernah melakukan pengecekan ulang arah kiblat sejak pertama kali dibangun. Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pengukuran arah kiblat dilakukan dengan tingkat akurasi yang semakin baik. Oleh karena itu, momentum Rashdul Qiblat harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pengurus masjid.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh BKM memahami tata cara pelaksanaan Rashdul Qiblat. Dengan demikian, pengurus masjid dapat melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri sesuai prosedur yang benar sehingga masyarakat memperoleh kepastian dalam beribadah," ujar Ilyas.
Ia menambahkan bahwa KUA Pancur Batu tidak hanya memberikan teori mengenai Rashdul Qiblat, tetapi juga menjelaskan langkah-langkah teknis pelaksanaannya mulai dari persiapan alat, penentuan waktu yang tepat, hingga proses penarikan garis arah kiblat berdasarkan bayangan Matahari.
Menurutnya, metode Rashdul Qiblat merupakan salah satu cara sederhana namun memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi apabila dilakukan sesuai ketentuan waktu. Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta memperhatikan setiap tahapan pelaksanaan agar nantinya tidak mengalami kendala ketika melakukan praktik di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pancur Batu menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Kecamatan Pancur Batu yang melibatkan pemerintah kecamatan dalam menyukseskan kegiatan Rashdul Qiblat. Ia menilai kolaborasi antara Kementerian Agama dengan pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, urusan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama semata, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh unsur pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia mengajak seluruh pengurus BKM untuk mengikuti sosialisasi dengan sungguh-sungguh serta melaksanakan hasilnya di masjid masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan demikian, seluruh masjid di Kecamatan Pancur Batu dapat memiliki arah kiblat yang benar dan sesuai dengan kaidah ilmiah maupun syariat.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus BKM dari berbagai desa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari penggunaan alat bantu sederhana, penentuan waktu yang presisi, hingga langkah-langkah apabila ditemukan perbedaan arah kiblat setelah dilakukan pengukuran ulang.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Ilyas memberikan penjelasan secara rinci disertai simulasi pelaksanaan Rashdul Qiblat. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menggunakan waktu yang tepat karena selisih beberapa menit saja dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Rashdul Qiblat di wilayah Indonesia tahun ini akan dilaksanakan pada Rabu dan Kamis dengan waktu pengamatan pukul 16.27 WIB. Pada waktu tersebut, seluruh pengurus BKM diharapkan sudah berada di lokasi masjid masing-masing dengan menyiapkan alat-alat sederhana seperti tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus, benang, spidol, pita ukur, dan jam yang telah disesuaikan dengan waktu resmi.
Ia juga mengimbau agar sebelum pelaksanaan dimulai, seluruh pengurus memastikan lokasi pengamatan memperoleh sinar Matahari secara langsung sehingga bayangan yang dihasilkan benar-benar dapat dijadikan acuan dalam menentukan arah kiblat.
Selain itu, koordinasi antarpengurus masjid juga perlu dilakukan agar proses pengukuran berjalan dengan tertib. Hasil pengukuran nantinya dapat didokumentasikan sebagai arsip masjid sekaligus menjadi referensi apabila di kemudian hari diperlukan pengecekan ulang.
Menurut Ilyas kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki arah bangunan masjid, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan. Islam memberikan ruang yang luas terhadap pemanfaatan ilmu falak dan astronomi dalam mendukung pelaksanaan ibadah.
Karena itu, Kementerian Agama terus mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap ilmu falak melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, maupun sosialisasi seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Pancur Batu.
Ia berharap seluruh BKM dapat menjadi perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya memastikan arah kiblat secara benar. Apabila ditemukan masjid yang memerlukan pendampingan lebih lanjut, KUA siap memberikan pelayanan dan asistensi sesuai kebutuhan.
Kolaborasi antara KUA Pancur Batu dengan Pemerintah Kecamatan Pancur Batu ini juga menjadi implementasi semangat kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kehadiran negara melalui pelayanan keagamaan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui dukungan pemerintah kecamatan, koordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan juga menjadi lebih efektif sehingga informasi mengenai pelaksanaan Rashdul Qiblat dapat menjangkau seluruh pengurus rumah ibadah di wilayah Kecamatan Pancur Batu.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketepatan arah kiblat merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan ibadah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Rashdul Qiblat secara serentak di masjid masing-masing pada jadwal yang telah ditentukan. Mereka juga berkomitmen menyampaikan informasi tersebut kepada pengurus dan jamaah agar proses pengukuran dapat berlangsung dengan baik.
Ilyas berharap momentum Rashdul Qiblat tahun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh BKM di Kecamatan Pancur Batu. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya diukur dari jumlah masjid yang mengikuti pengukuran, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah.
"Melalui kebersamaan antara Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, dan seluruh BKM, kita berharap seluruh masjid di Kecamatan Pancur Batu memiliki arah kiblat yang semakin akurat. Ini merupakan ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi umat," pungkasnya.
Dengan terselenggaranya sosialisasi tersebut, KUA Kecamatan Pancur Batu optimistis pelaksanaan Rashdul Qiblat pada Rabu dan Kamis pukul 16.27 WIB akan berjalan lancar di seluruh masjid se-Kecamatan Pancur Batu. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang terus dikembangkan dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta pelayanan umat yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.