FGD Penguatan Layanan Bimas Islam: Ikhtiar Transformasi KUA Menuju Pelayanan Keagamaan yang Adaptif dan Humanis
11 May 2026 | 82 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
Gorontalo — Semangat reformasi birokrasi berbasis pelayanan publik kembali diteguhkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Layanan Bimas Islam pada KUA Transformasi” yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 08.00 WITA.
Kegiatan strategis ini menghadirkan sejumlah narasumber penting di lingkungan Bimbingan Masyarakat Islam, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Bimas Islam, Ketua Tim Penghulu, serta Kepala KUA Transformasi Kecamatan Kota Selatan, Bapak H. Ismail, S.Ag., M.H. Turut hadir pula seluruh pejabat di lingkungan Bimas Islam bersama jajaran KUA Transformasi Kecamatan Kota Selatan yang terdiri dari penghulu, penyuluh agama Islam, dan staf administrasi.
FGD tersebut menjadi ruang dialektika ilmiah dalam merumuskan penguatan layanan keagamaan yang lebih integratif, profesional, dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat modern. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, para peserta mendiskusikan berbagai strategi optimalisasi layanan nikah, bimbingan keluarga sakinah, moderasi beragama, hingga transformasi digital pelayanan KUA.
Dalam suasana forum yang sarat nuansa akademik dan spiritualitas, para pembicara menekankan bahwa KUA Transformasi bukan sekadar perubahan nomenklatur kelembagaan, melainkan proses metamorfosis pelayanan publik yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelayanan (people centered service).
Kepala KUA Transformasi Kecamatan Kota Selatan, H. Ismail, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa penguatan layanan Bimas Islam harus dibangun di atas fondasi integritas, inovasi, dan sensitivitas sosial. Menurutnya, aparatur KUA dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang humanis dan mencerahkan kehidupan umat.
“FGD ini menjadi momentum konsolidasi intelektual dan spiritual bagi seluruh unsur Bimas Islam untuk memperkuat kualitas pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi konstruktif antar peserta. Forum ini diharapkan melahirkan formulasi kebijakan dan langkah implementatif dalam mendukung akselerasi program KUA Transformasi sebagai pusat layanan keagamaan yang modern, inklusif, dan berkeadaban.