Cegah Pernikahan Dini, KUA Sei Bingai Gelar Bimbingan Perkawinan bagi Remaja Usia Sekolah
13 Aug 2026 | 8 | Penulis : Humas Cabang APRI Langkat | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sei Bingai (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Bingai melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Swasta Satria Sei Bingai, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Sei Bingai dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga sekaligus mencegah terjadinya pernikahan dini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa SMK Swasta Satria Sei Bingai dengan penuh antusias. Hadir dalam kegiatan Kepala KUA Kecamatan Sei Bingai Suherman, S.Sos.I, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, pihak sekolah, serta peserta KKN Kampus Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai.
Dalam kata sambutannya, Ka. KUA Sei Bingai Suherman, S.Sos.I menyampaikan bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk mempersiapkan masa depan. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar persoalan kesiapan secara usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, emosional, pendidikan, ekonomi, serta kemampuan membangun komunikasi dan tanggung jawab dalam keluarga.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Karena itu, sebelum berbicara tentang pernikahan, yang paling penting adalah mempersiapkan diri, menyelesaikan pendidikan, memiliki cita-cita dan memahami tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga,” pesan Suherman.
Ia juga mengajak para siswa untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah di usia sekolah. Menurutnya, pendidikan dan pengembangan diri harus menjadi prioritas agar generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik.
Kepala SMK Swasta Satria Sei Bingai dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Sei Bingai yang telah hadir memberikan pembinaan kepada para siswa. Kegiatan tersebut dinilai penting karena memberikan wawasan yang tidak hanya berkaitan dengan perkawinan, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana menentukan pilihan hidup secara bijak dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Sei Bingai, Supianingsih, S.H., hadir sebagai pemateri utama. Materi bimbingan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan persiapan menuju perkawinan, di antaranya pentingnya menjaga pergaulan, mengenali diri, membangun cita-cita, kesiapan mental dan emosional, tanggung jawab dalam keluarga, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari pernikahan pada usia yang belum siap.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja sehingga para peserta dapat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kehidupan remaja, pergaulan, serta kesiapan berkeluarga.
Menariknya, kegiatan tersebut turut dihadiri peserta KKN dari Kampus INSAN Binjai. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi antara KUA, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, peserta KKN Kampus Insan Binjai juga memperkenalkan dan mempromosikan Kampus Insan Binjai kepada para siswa sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Kegiatan BRUS ini menegaskan komitmen KUA Kecamatan Sei Bingai untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Pencegahan pernikahan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, KUA, penyuluh agama, perguruan tinggi dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Sei Bingai berharap para remaja semakin memahami bahwa masa depan harus dipersiapkan, bukan terburu-buru diputuskan. Dengan pendidikan yang baik, pergaulan yang sehat dan pemahaman agama yang kuat, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang matang dan kelak siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.