Daerah
KUA Limapuluh Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Sempena HUT RI ke-81
14 Aug 2026 | 18 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
PEKANBARU (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan Sempena Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kamis (13/8/2026), bertempat di Masjid Al Mukmin, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran penghulu, penyuluh agama dan staf KUA Kecamatan Limapuluh, Camat Limapuluh Kota Pekanbaru, para lurah se-Kecamatan Limapuluh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua MUI Kecamatan Limapuluh, Ketua Forum Masjid dan Musala Kecamatan Limapuluh beserta para pengurus masjid, serta majelis taklim kaum ibu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan sambutan, zikir dan doa kebangsaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian santunan kepada kaum dhuafa.
Dalam sambutannya, Camat Limapuluh, Edi Wardila, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta KUA Kecamatan Limapuluh yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KUA Kecamatan Limapuluh dan seluruh panitia yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat positif ini. Semoga kegiatan seperti ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Limapuluh, H. Ahmadi, S.HI., M.H., mengatakan bahwa zikir dan doa memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui kekuatan fisik, tetapi juga disertai ikhtiar spiritual berupa doa dan munajat kepada Allah SWT.
“Secara historis, zikir dan doa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya para pejuang merebut kemerdekaan. Karena itu, setelah kemerdekaan kita raih, mari kita isi kemerdekaan ini dengan zikir dan doa, sekaligus dengan kerja nyata untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Ahmadi menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya KUA Kecamatan Limapuluh dalam menerjemahkan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan layanan dan program keagamaan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Zikir dan doa kebangsaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga persatuan, mendoakan bangsa dan memberikan kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara para penghulu, penyuluh agama dan staf KUA Kecamatan Limapuluh. Panitia diketuai oleh H. Aprianto, S.Ag., dengan H. Zamhir Arifin, S.Ag., M.Si. sebagai sekretaris.
Adapun zikir dipimpin oleh Kiyai Rino Agung, S.Sos.I., sedangkan doa dipimpin oleh Ustadz Burlian, S.Pd.I.
Sekitar 100 jamaah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kaum bapak, kaum ibu, serta generasi muda. Suasana zikir berlangsung khusyuk dan penuh hikmat, mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Pada penghujung acara, panitia juga menyerahkan santunan kepada kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nyata semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ahmadi juga berharap kegiatan keagamaan yang menggabungkan nilai kebangsaan, spiritualitas dan kepedulian sosial tersebut dapat terus dikembangkan.
“Kita berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum HUT RI saja, tetapi dapat menjadi agenda rutin. Bahkan, kalau memungkinkan, dilaksanakan setiap bulan sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, sejumlah jamaah menyambut positif pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin di wilayah Kecamatan Limapuluh.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Limapuluh menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan tidak hanya dapat diperingati dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui doa, zikir, silaturahmi dan aksi nyata membantu sesama, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan.