Bimwin KUA Telaga: Persiapkan Catin Menuju Keluarga Sakinah dan Bebas Stunting
26 Jul 2025 | 521 | Penulis : Humas Cabang APRI Kab Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
BIMWIN LIBATKAN LINTAS SEKTOR
Telaga, 24 Juli 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Telaga kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di ruang akad nikah KUA Telaga dan diikuti oleh 7 pasangan calon pengantin, dengan total peserta sebanyak 14 orang.
Bimbingan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada calon pengantin mengenai kehidupan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor, di antaranya Kepala Puskesmas Kecamatan Telaga yang menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi dan persiapan fisik menjelang pernikahan, Hinggah dapat mencegah terjadinya STUNTING.
Selain itu, hadir pula Kepala Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Telaga yang membawakan materi seputar perencanaan keluarga, pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, serta peran keluarga dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Fasilitator Bimwin dari KUA Telaga, Hasyrul M. Ismail, menyampaikan materi bertema Sungai Kehidupan, yang menggambarkan perjalanan kehidupan pernikahan sebagai aliran yang memerlukan arah, keseimbangan, dan kebersamaan serta bermoderasi beragama. Sementara itu, Zulkifli Tolinggi, selaku fasilitator sekaligus penghulu KUA Telaga, membawakan materi mengenai Relasi Harmonis, yang menekankan pentingnya komunikasi, saling memahami, dan membangun kepercayaan antara suami dan istri.
Kepala KUA Telaga, Hasyrul M. Ismail, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menekan angka perceraian dan meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat.
“Melalui Bimwin, kami ingin membekali pasangan calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah sehinggah tidak terjadinya stunting dan menghasilkan keluarga yang bermoderasi bergama,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif, di mana para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Diharapkan melalui bimbingan ini, para calon pengantin dapat memulai kehidupan pernikahan dengan kesiapan yang matang secara emosional, spiritual, dan sosial.