Bekali Nilai Tauhid dan Spiritual Gen Z, KUA Sidikalang Fokuskan BRUS di SMAN 2 Sidikalang
Daerah

Bekali Nilai Tauhid dan Spiritual Gen Z, KUA Sidikalang Fokuskan BRUS di SMAN 2 Sidikalang

  09 Feb 2026 |   15 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Simalungun, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus menunjukkan komitmennya dalam membina karakter generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Pada Sabtu pagi (07/02), tim KUA menyambangi para peserta didik SMAN 2 Sidikalang untuk memberikan pembekalan mental dan spiritual. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya preventif dalam membentengi remaja dari pengaruh negatif perkembangan zaman yang kian kompleks.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Amaliyah ini diikuti oleh puluhan siswa dan siswi SMAN 2 Sidikalang dengan penuh antusiasme. Sejak pagi hari, para peserta sudah berkumpul untuk mengikuti rangkaian materi yang bertujuan membuka wawasan mereka mengenai pentingnya persiapan diri, baik secara mental maupun spiritual, sebelum memasuki fase dewasa dan jenjang pernikahan di masa depan.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Sidikalang, Karimin Silalahi, S.Ag., hadir sebagai narasumber utama dalam kesempatan tersebut. Dalam paparan materinya, Karimin menekankan bahwa pondasi paling utama bagi seorang remaja adalah penguatan tauhid. Menurutnya, keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT akan menjadi benteng paling tangguh bagi generasi muda agar tidak mudah goyah oleh tren negatif maupun tekanan lingkungan.

Selain aspek ketauhidan, Karimin juga menyoroti pentingnya penguatan ibadah sebagai rutinitas yang membangun disiplin diri. Beliau menjelaskan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan sarana untuk melatih ketenangan batin dan kejernihan pikiran. Dengan ibadah yang terjaga, seorang pelajar akan memiliki kontrol diri yang lebih baik dalam menghadapi dinamika masa remaja.

Lebih lanjut, Karimin menyampaikan visi mengenai profil generasi muda Islam yang ideal, yakni mereka yang memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual dan fisik. Menurutnya, pemuda yang berdaya adalah mereka yang tangguh secara mental melalui kedekatan dengan Tuhan, namun juga tetap produktif dan sehat secara lahiriah. Kombinasi inilah yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berintegritas di masa depan. 



"Kita ingin mencetak generasi muda Islam yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual. Remaja yang berdaya adalah mereka yang mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas dalam setiap tindakan dan keputusan yang mereka ambil," ujar Karimin Silalahi di hadapan para siswa.

Pelaksanaan BRUS di lingkungan sekolah ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antara penyuluh dan para siswa. Banyak peserta didik yang memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai tantangan moral yang mereka hadapi sehari-hari. Pihak sekolah mengapresiasi langkah proaktif KUA Sidikalang dalam menyentuh langsung lapisan pelajar melalui pendekatan yang religius namun tetap komunikatif.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para peserta didik SMAN 2 Sidikalang dapat mengimplementasikan materi yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya bimbingan yang berkelanjutan seperti ini, KUA Sidikalang optimis dapat ikut serta dalam mewujudkan generasi muda yang memiliki ketahanan mental kuat dan akhlakul karimah yang mulia. (MHS/KS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis