APRI Berau Dorong Sinergi Lintas Sektor Cegah Perkawinan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
Daerah

APRI Berau Dorong Sinergi Lintas Sektor Cegah Perkawinan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

  24 Nov 2025 |   41 |   Penulis : Humas APRI Kab. Berau |   Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur

Pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan Pencegahan Perkawinan Anak oleh DPPKB-PPPA Kabupaten Berau

Sambaliung, Senin 24 November 2025 — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Berau menggelar kegiatan penyuluhan dengan tema “Pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan Pencegahan Perkawinan Anak”, yang menghadirkan Kapolsek, Kepala KUA Sambaliung (sekaligus Ketua APRI Cabang Berau), sebagai narasumber. Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah kecamatan, kelurahan, puskesmas, tim penggerak PKK, penyuluh KB, ketua-ketua RT, dan secara resmi dibuka oleh Camat Sambaliung yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Sambaliung.

Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan berbagai faktor penyebab terjadinya pernikahan anak serta dampak jangka panjang yang ditimbulkannya terhadap perkembangan psikologis, kesehatan reproduksi, dan masa depan pendidikan anak, juga akibat-akibat lain yang akan timbul seperti putus sekolah sulitnya mencari pekerjaan, KDRT, kematian ibu dan anak dan anak lahir stunting. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga agama, hingga masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pengisi materi juga memperkenalkan dirinya sebagai Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Berau. Selain itu, beliau turut memperkenalkan organisasi APRI kepada seluruh peserta dan instansi lintas sektoral yang hadir, menjelaskan peran strategis APRI dalam meningkatkan profesionalitas penghulu, memperkuat layanan bimbingan perkawinan, serta kontribusinya dalam isu-isu keluarga dan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPPKB-PPPA ini mendapat respons positif dari para peserta, karena dinilai memberikan wawasan baru terkait pentingnya kolaborasi dalam menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Berau. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama dan langkah konkret yang berkelanjutan demi melindungi hak-hak anak dan mewujudkan generasi Berau yang lebih berkualitas.

Bagikan Artikel Ini

Infografis