100 Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikuti KUA Goes To School
16 Jun 2026 | 12 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Pekanbaru (Humas) KUA Kecamatan Marpoyan Berkolaborasi Bersama camat, Densus 88 sert puskesmas, terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui program KUA Goes to School: Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan di MAN 1 Pekanbaru Provinsi Riau, Senin (15/07l6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam layanan keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat, dengan fokus pembinaan terhadap remaja usia sekolah. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII yang tengah berada dalam fase krusial pembentukan karakter dan arah masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan ini: T. Ardi Dwisasti, S.STP., M.Si, Camat Marpoyan Damai, yang didampingi Istri Ibu Ketua PKK Kecamatan Marpoyan Damai, H. Hasbirullah, S.Thi, Ka. KUA Kecamatan Marpoyan Damai, Hj. Norerlinda, M.Pd, Kepsek MAN 1 Pekanbaru, dr. Dedy Khairul Ray Ka. Puskesmas Garuda yang diwakili oleh dr Riza Gunewaty, Brigpol Bayu Putra Spd, M.H Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Penyuluh Agama Islam serta Penghulu KUA Kecamatan Marpoyan Damai.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Marpoyan Damai, H. Hasbirullah, bahwa BRUS merupakan salah satu program nasional yang dimotori oleh Kementerian Agama dimulai dari tingkat pusat sampai ke Kecamatan. Dalam pelaksanaan nya sangat ditekankan bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak maupun instansi seperti Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kesehatan dan pihak-pihak lain yang memiliki semangat yang sama dalam program tersebut. Sinergitas dan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang serta menekankan pentingnya mengutamakan pendidikan terlebih dahulu demi masa depan yang lebih baik.
“Jangan terburu-buru untuk menikah sebelum mencapai usia yang matang sesuai dengan anjuran pemerintah. Pernikahan yang dilakukan pada usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi fisik, psikologis, maupun sosial,” pesannya kepada sekitar 100 siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan BRUS ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam membekali generasi muda dengan nilai-nilai agama dan wawasan kesehatan agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran KUA di tengah-tengah generasi muda.
Bukan hanya urusan nikah dan ibadah, tetapi juga membentengi remaja dari berbagai ancaman moral seperti pergaulan bebas, LGBT, narkoba, judi online, hingga pernikahan dini,” ungkapnya.
Kami berharap, kegiatan seperti ini terus berlanjut di sekolah-sekolah lain di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai sebagai bentuk layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan zaman,” tambah Hasbir.
“Dengan semangat kolaborasi dan penguatan nilai, KUA Kecamatan Marpoyan Damai hadir tak hanya sebagai lembaga pelayanan administratif, namun juga sebagai garda terdepan dalam pembinaan karakter generasi penerus bangsa. Pungkas Hasbir.