Tingkatkan Sinergitas, APRI dan IPARI Bireuen Gelar Rakor
Daerah

Tingkatkan Sinergitas, APRI dan IPARI Bireuen Gelar Rakor

  09 Jul 2026 |   64 |   Penulis : Humas PC APRI Bireuen |   Publisher : Biro Humas APRI Aceh

Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen secara berkala menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan sinergisitas antara Kepala KUA, penghulu dan penyuluh agama Islam guna mengoptimalkan pelayanan keagamaan bagi masyarakat di tingkat kecamatan, di aula Kemenag setempat, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli, M.Pd mengatakan, rapor ini untuk mengintegrasikan kelompok jabatan fungsional (penghulu dan penyuluh) ke dalam struktur Kantor Urusan Agama (KUA) agar pelayanan lebih solid dan responsif. 

Penghulu dan penyuluh fungsional ini sebagai garda terdepan Kementerian Agama di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Pelayanan harus dioptimalkan Dalam semua aspek kehidupan umat.

"KUA harus meningkatan perannya pada layanan pernikahan, pendataan tanah wakaf, kemesjidan, dan pembinaan keluarga sakinah serta mendorong penguasaan teknologi informasi dan validitas data keagamaan lainnya," ingatnya. 

Menurut Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Aceh itu, semua layanan di KUA saat ini sudah berbasis digitalisasi seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Bahkan pelaporan kehadiran dan kegiatan bulanan seluruh ASN di Kemenag sudah berbasis digital dalam bentuk e kinerja (elektronik kinerja).

"Sinergisitas antara penghulu dan penyuluh di Bireuen harus bisa membawa dampak signifikan melalui beberapa program konkret seperti bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, penyuluhan di desa dan bahkan bisa membuka ruang konsultasi keagamaan di banyak elemen masyarakat," harapnya.

Zulkifli juga mendorong KUA untuk mampu melakukan inovasi dengan semangat berubahan yang mampu melahirkan dampak langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi antara KUA dengan instansi Dinas Dukcapil. 

"Sehingga begitu selesai ijab kabul, pasangan itu langsung menerima buku nikah, KTP dan kartu keluarga baru tanpa harus mengurus lagi ke Dukcapil," ujarnya. 

Kankemenag Bireuen, kata Zulkifli, juga telah meluncurkan program kompetisi tahunan untuk memacu kerja sama tim di dalam KUA agar mampu melahirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Nantinya ajang lomba KUA berprestasi ini ada penilaian oleh tim independen sehingga ke-17 KUA diminta untuk berbenah dan mempersiapkan diri dengan optimal. 

"Bagi yang terpilih menjadi yang terbaik akan diberikan award untuk memacu setiap KUA agar menjadi lebih berkembang dan berdampak bagi masyarakat," pungkasnya.

Kasi Bimas Islam, Rifal Fauzal, SH, mengapresiasi terhadap sejumlah KUA yang sudah mampu membangun prestasi baik secara institusi maupun individu. Namun ia menggarisbawahi, setiap prestasi dan keberhasilan di KUA tertentu harus mampu dicontoh oleh KUA lainnya. 

"Sehingga ke depannya di Bireuen harus ada KUA yang dijadikan percontohan oleh KUA lain di luar Bireuen bahkan Aceh untuk melakukan studi banding ke Bireuen," tukasnya.

Dikatakan, selama ini KUA Bireuen yang berkunjung ke KUA lain, sekarang bagaimana caranya agar KUA kita bisa berprestasi sehingga orang lain yang ke mari.

Salah satu diadakannya lomba KUA berprestasi untuk memacu kinerja dan kedisiplinan pegawainya sehingga tumbuh integritas yang akhirnya mampu menjadikan KUA sebagai lembaga yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Rapat koordinasi melibatkan seluruh jajaran Forum Kepala KUA (Fokka), Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI Bireuen), dan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PC IPARI).

Bagikan Artikel Ini

Infografis