Daerah

Tingkatkan Literasi Fikih Syafii, APRI Dairi dan Pakpak Bharat Gelar Muzakarah Kitab Turats
19 May 2026 | 55 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Dairi, (Humas). Dalam rangka meningkatkan kemampuan serta pemahaman mendalam terhadap kajian kitab turats dan literasi fikih Syafii, para Penghulu yang tergabung dalam Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Dairi dan Pakpak Bharat menggelar kegiatan Muzakarah Kitab Turats. Kegiatan ilmiah yang penuh khidmat ini dilaksanakan pada Selasa malam (19/05) secara khusyuk oleh para aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama tersebut.
Langkah kolaboratif antar-cabang APRI ini sengaja diinisiasi untuk memperkuat khazanah keilmuan klasik di kalangan para penghulu. Sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan dan pencatatan nikah di masyarakat, seorang penghulu dituntut tidak hanya cakap dalam urusan regulasi hukum positif, tetapi juga wajib memiliki fondasi hukum Islam (fikih) yang kokoh dan otoritatif.
Kitab yang menjadi fokus bedah dan kajian utama dalam muzakarah kali ini adalah Kitab Khulasoh Syarh as-Sittin Mas'alah (خلاصة شرح الستين مسألة). Kitab magisterial ini merupakan karya dari ulama besar sekaligus pakar fikih terkemuka asal Mesir, Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa al-Azhari. Pemilihan kitab ini dinilai sangat tepat karena memiliki bobot keilmuan yang sangat terstruktur dan relevan dengan kebutuhan pemahaman hukum Islam kontemporer.
Secara materi, Kitab Khulasoh Syarh as-Sittin Mas'alah merupakan sebuah ulasan (syarah) komprehensif dari matan As-Sittin Mas'alah. Kandungan utamanya berfokus pada ringkasan ilmu fikih, tauhid (akidah), serta tasawuf bagi umat Islam. Kombinasi ketiga pilar ajaran Islam ini dinilai sangat penting bagi para penghulu agar dapat memberikan bimbingan yang seimbang antara syariat, keyakinan, dan pembersihan jiwa kepada masyarakat luas.
Bertindak sebagai narasumber utama dalam forum ilmiah ini adalah Ustaz Muhammad Aidil Hanafi, Lc, MH. Beliau merupakan sosok mumpuni lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang saat ini juga aktif mengabdi sebagai anggota Seksi Profesi Ke-penghuluan di tubuh APRI Cabang Dairi. Berbekal latar belakang pendidikan dari kiblat keilmuan Islam dunia tersebut, pemaparan materi berlangsung secara interaktif dan mendalam.
Dalam pemaparannya, Muhammad Aidil Hanafi mengupas tuntas bab demi bab kegunaan praktis teks-teks klasik di era modern. Beliau menekankan bahwa memahami kitab turats bermazhab Syafii bukan sekadar merawat tradisi lama, melainkan sebuah kebutuhan krusial agar para penghulu tidak salah arah dalam menjawab serta mengurai berbagai persoalan fikih praktis yang kerap diadukan oleh masyarakat di lapangan.
Jalannya muzakarah ini diikuti dengan sangat antusias oleh para Penghulu dari APRI Cabang Pakpak Bharat yang sengaja bergabung demi menyerap sari pati keilmuan dari kitab tersebut. Diskusi hangat pun mewarnai ruangan seiring dengan banyaknya studi kasus pernikahan dan hukum keluarga yang dikontekstualisasikan dengan teks-teks di dalam Kitab Khulasoh.
Menariknya, agenda penajaman literasi keagamaan ini tidak hanya dihadiri oleh para penghulu senior saja. Kegiatan ini juga diikuti secara aktif oleh para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Penghulu Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pakpak Bharat. Kehadiran para abdi negara muda ini menjadi angin segar bagi regenerasi dan keberlanjutan kualitas kepenghuluan di masa depan.
Keterlibatan aktif para CPNS Penghulu tersebut merupakan bagian dari program strategis penguatan keilmuan dasar bagi para aparatur yang baru bergabung. Melalui kegiatan muzakarah lintas cabang ini, diharapkan para penghulu baru dapat langsung beradaptasi, mengasah mentalitas keilmuan, serta memiliki standar pemahaman literasi fikih Syafii yang sama kuatnya dengan para pendahulu mereka demi memberikan pelayanan terbaik bagi umat. (MHS)