Benteng Moral Remaja: Kepala KUA Marton Abdurrahman bersama Penyuluh Luncurkan Program BRUS & Tanda Tangan MoU di SMK Kesehatan Bakti Nusantara
Daerah

Benteng Moral Remaja: Kepala KUA Marton Abdurrahman bersama Penyuluh Luncurkan Program BRUS & Tanda Tangan MoU di SMK Kesehatan Bakti Nusantara

  20 May 2026 |   24 |   Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

KOTA TENGAH, 20 Mei 2026 – Di tengah arus globalisasi yang kian deras menggerus nilai-nilai tradisional, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat pertahanan karakter generasi muda. Pada Rabu, (20/5/2026), Kepala KUA Kec. Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.HI., secara resmi meluncurkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan SMK Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo.

Acara peluncuran ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama tim Penyuluh Agama Islam (PAI) Fungsional di wilayah Kecamatan Kota Tengah, yang turut hadir memberikan materi pendampingan langsung kepada siswa-siswi.

KUA Sebagai Benteng Moral

Dalam sambutannya, H. Marton Abdurrahman menegaskan bahwa kehadiran KUA di sekolah bukan hanya untuk urusan administrasi pernikahan, melainkan sebagai garda terdepan dalam membentengi akidah dan akhlak remaja.

"Sekolah adalah tempat menempa ilmu, tetapi juga tempat menempa jiwa. Melalui program BRUS, kami ingin memastikan bahwa Siswa  di SMK Bakti Nusantara tidak hanya cerdas secara medis, tetapi juga kokoh secara moral. KUA hadir sebagai 'benteng' untuk mencegah mereka terjerumus dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan krisis identitas," tegas Marton.

Ia menambahkan bahwa MoU ini menjadi landasan hukum yang kuat agar pembinaan karakter dapat berjalan berkelanjutan, terukur, dan sistematis, bukan sekadar kegiatan insidental.

Peran Aktif Penyuluh Agama Islam

Yang membedakan pelaksanaan BRUS kali ini adalah keterlibatan intensif para Penyuluh Agama Islam. Bersama Kepala KUA, para penyuluh turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan materi dengan pendekatan yang lebih personal dan relevan dengan psikologi remaja.

Materi yang disampaikan oleh tim Penyuluh Agama meliputi:
1.  Fiqih Pergaulan: Batasan aurat, ikhtilat, dan adab berinteraksi dengan lawan jenis non-mahram.
2.  Kesehatan Reproduksi Islami: Menjaga kesucian diri sebagai bentuk ibadah sebelum menikah.
3.  Literasi Digital & Akhlak: Cara menyaring konten media sosial yang merusak moral.
4.  Persiapan Menuju Keluarga Sakinah: Pentingnya kesiapan mental dan finansial sebelum memutuskan menikah.

Salah satu Penyuluh Agama Islam, menyatakan bahwa pendekatan dialogis sangat efektif. "Kami tidak menggurui, tapi mengajak diskusi. Siswa diajak menyadari sendiri dampak negatif dari perilaku menyimpang, sehingga timbul kesadaran dari dalam diri mereka untuk berubah," ujarnya.

Komitmen SMK Kesehatan Bakti Nusantara

Pihak SMK Kesehatan Bakti Nusantara menyambut baik inisiatif ini. Kepala Sekolah, Krishna Pandudewayani,ST, mengungkapkan bahwa sinergi dengan KUA dan Penyuluh Agama sangat dibutuhkan untuk melengkapi pendidikan vokasional dengan pendidikan karakter.

"Lulusan kami akan bekerja di fasilitas kesehatan, bersentuhan langsung dengan pasien. Empati, kejujuran, dan integritas adalah modal utama. Program BRUS dari Pak Marton dan tim Penyuluh Agama membantu kami menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini," katanya.

Isi Pokok MoU

Melalui MoU yang ditandatangani hari ini, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin penting:
1. Penyelenggaraan rutin kegiatan BRUS setiap semester.
2.  Pendampingan spiritual bagi siswa yang membutuhkan konseling khusus.
3. Peningkatan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi seluruh peserta didik.
4. Sosialisasi bahaya kenakalan remaja dan pentingnya pendidikan keluarga.

Harapan Ke Depan

Peluncuran program BRUS dan penandatanganan MoU ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Gorontalo. H. Marton Abdurrahman menutup acara dengan pesan inspiratif:
Jadilah remaja yang tidak hanya populer di media sosial, tapi mulia di mata Allah. Biarkan KUA dan Penyuluh Agama menjadi sahabat kalian dalam mengarungi masa remaja yang penuh tantangan. Dari benteng moral ini, kita cetak generasi sehat, berakhlak, dan siap membangun peradaban.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Kepala KUA, tim Penyuluh Agama Islam, jajaran pimpinan sekolah, dan perwakilan siswa, serta penyerahan plakat kenang-kenangan sebagai simbol komitmen bersama.

Bagikan Artikel Ini

Infografis