Tingkatkan Kualitas Ibadah, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Bilal, Imam, dan Khatib di Laubaleng
Daerah

Tingkatkan Kualitas Ibadah, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Bilal, Imam, dan Khatib di Laubaleng

  15 Feb 2026 |   41 |   Penulis : Humas Cabang APRI Karo |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Lau Baleng, (Humas). Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, puluhan perwakilan pengurus masjid dari dua kecamatan menggelar kegiatan Pelatihan Bilal, Imam, dan Khatib Ramadhan. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Jami' Laubaleng dan diikuti oleh utusan desa se-Kecamatan Laubaleng dan Mardingding. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/02) tersebut, bertujuan untuk memantapkan kesiapan para petugas ibadah dalam melayani umat selama bulan Ramadhan mendatang.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Sukariadi Ginting, Ahmad Yani, dan Zainal Abidin Barus. Ketiga pemateri secara bergantian memberikan bimbingan teknis serta penguatan spritual kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi tata cara menjadi imam yang fasih, teknik penyampaian khutbah yang menyejukkan, hingga praktik menjadi bilal yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Siswanta Ginting selaku Ketua panitia dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini untuk menghidupkan suasana Ramadhan di tiap masjid. "Peran imam, khatib, dan bilal sangat krusial dalam menghidupkan suasana Ramadhan di tingkat desa. Melalui pelatihan ini, diharapkan ada standarisasi kualitas bacaan dan pemahaman fikih ibadah, sehingga pelaksanaan salat Tarawih dan fardu di masjid-masjid wilayah Laubaleng dan Mardingding dapat berjalan dengan lebih tertib dan lancar," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam penyampaian materi, Sukariadi mengatakan menjadi imam dan bilal merupakan amanah besar. "Menjadi imam dan bilal bukan sekadar tugas rutin, melainkan amanah besar untuk memimpin kekhusyukan umat. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan seluruh petugas di masjid-masjid Laubaleng dan Mardingding memiliki standar bacaan yang fasih dan pemahaman fikih yang kuat agar ibadah selama Ramadhan berjalan sempurna sesuai syariat," ujar Sukariadi yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Laubaleng.

Begitupun Ahmad Yani mengatakan bahwa pesan khutbah haruslah membawa kedamaian dan menyejukkan. "Peran seorang khatib adalah menyampaikan pesan damai dan menyejukkan. Di bulan yang suci nanti, kami berharap para khatib dapat membawakan materi yang membangun semangat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat desa, sehingga kehadiran masjid benar-benar menjadi pusat ketenangan bagi semua warga," kata Ahmad Yani di sela-sela materi.

Tambah Zainal Abidin Barus, ia menekankan bahwa seorang bilal, imam dan khatib harus bisa menjadi teladan. "Persiapan teknis itu penting, namun kesiapan mental dan keikhlasan niat adalah yang utama. Kami membekali para peserta agar tidak hanya cakap secara lisan, tetapi juga mampu menjadi teladan yang baik bagi jamaah di lingkungannya masing-masing selama bulan Ramadhan ini," tambah Zainal Abidin Barus.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pemateri dan seluruh peserta yang memenuhi shaf depan masjid. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya simulasi dan diskusi tanya jawab. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan syiar Islam di pelosok desa semakin kuat dan jamaah dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk. (MHS/HAK)

Bagikan Artikel Ini

Infografis